Konseling Gangguan Kecemasan

Konseling Gangguan Kecemasan

Tanggal Pembaruan Terakhir: 14-Jun-2023

Ditulis Awalnya dalam Bahasa Inggris

Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan adalah bentuk masalah kesehatan mental. Orang yang mengalami kondisi kecemasan mungkin merasakan ketakutan dan kegelisahan sebagai respons terhadap hal-hal dan situasi tertentu. Mereka juga dapat mengalami gejala fisik kecemasan, seperti detak jantung yang cepat atau keringat. Hal ini membuat mereka sulit melewati hari dengan lancar.

Merasa cemas dalam beberapa situasi adalah hal yang normal. Jika Anda harus menghadapi masalah di tempat kerja, mengikuti wawancara, mengikuti ujian, atau membuat keputusan penting, Anda mungkin merasa cemas atau tegang. Kecemasan, bagaimanapun, bisa menjadi hal yang baik. Misalnya, hal ini membantu dalam mengenali situasi berbahaya dan memfokuskan perhatian, sehingga memungkinkan kita tetap aman.

Namun, gangguan kecemasan melampaui kekhawatiran dan ketakutan normal yang mungkin Anda alami sesekali. Gangguan kecemasan terjadi jika kecemasan membuat Anda sulit berfungsi. Hal ini juga dapat muncul ketika sesuatu memprovokasi emosi Anda, membuat Anda bereaksi berlebihan dan memiliki sedikit kendali atas reaksi Anda terhadap hal-hal.

 

Konseling Gangguan Kecemasan Rumah Sakit




Jenis-jenis Gangguan Kecemasan

Berikut adalah beberapa contoh umum dari gangguan kecemasan:

Gangguan panik: Ditandai dengan serangan panik berulang yang terjadi pada waktu yang tidak tepat. Seseorang yang menderita gangguan panik mungkin hidup dengan kekhawatiran konstan akan mengalami serangan panik lagi.

Fobia: Rasa takut yang sangat kuat dan keengganan terhadap sesuatu, tempat, atau aktivitas tertentu.

Gangguan kecemasan sosial: Rasa takut yang intens terhadap penilaian orang lain, terutama dalam situasi sosial.

Gangguan obsesif-kompulsif (OCD): Ditandai dengan keyakinan yang tidak logis yang berulang, yang menyebabkan terulangnya perilaku tertentu.

Gangguan kecemasan berpisah: Rasa takut terhadap jauh dari rumah atau orang yang dicintai.

Gangguan kecemasan terkait penyakit: Ditandai dengan kekhawatiran tentang kesehatan seseorang (sebelumnya dikenal sebagai hipokondria).

Gangguan stres pascatrauma (PTSD): Kecemasan yang terjadi setelah pengalaman traumatis.

 

Tanda dan Gejala Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan dapat muncul dalam berbagai cara, dan gejalanya dapat bervariasi dari orang ke orang. Hal ini dikarenakan gejala kecemasan yang beragam tidak memengaruhi semua orang, dan gejalanya dapat berubah seiring waktu.

Gangguan kecemasan ditandai dengan gejala sebagai berikut:

  • Merasa gelisah, tegang, atau gugup
  • Merasa adanya bahaya mendekat, ketakutan, atau tragedi yang akan terjadi
  • Detak jantung yang meningkat
  • Pernapasan cepat (hiperventilasi)
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Merasa lelah atau lemah
  • Kesulitan fokus atau berpikir tentang hal lain selain kekhawatiran Anda saat ini
  • Kesulitan tidur
  • Gangguan pada saluran pencernaan (saluran GI)
  • Kesulitan mengelola kekhawatiran
  • Keinginan kuat untuk menghindari situasi yang menyebabkan ketidaknyamanan

 

Penyebab Gangguan Kecemasan

Ada banyak penyebab gangguan kecemasan. Banyak hal yang dapat terjadi bersamaan; beberapa hal dapat menyebabkan hal lain, sementara hal lain tidak selalu menyebabkan gangguan kecemasan. Berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin:

  • Faktor lingkungan, termasuk tekanan di tempat kerja, masalah hubungan, dan masalah keluarga
  • Genetik: Kecemasan memiliki faktor genetik dan terkadang dapat berjalan dalam keluarga. Oleh karena itu, orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan kecemasan lebih mungkin mengembangkan kondisi tersebut.
  • Kondisi medis, seperti tanda-tanda penyakit lain, efek samping obat, atau stres akibat operasi besar atau pemulihan yang panjang
  • Kimia otak: Sebagian besar gangguan kecemasan ditentukan oleh psikolog sebagai ketidakseimbangan sinyal hormon dan listrik di dalam otak.
  • Menghentikan penggunaan zat terlarang tertentu dapat memperkuat dampak pemicu lain yang mungkin terjadi.

 

Faktor Risiko Gangguan Kecemasan

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan gangguan kecemasan pada anak-anak dan orang dewasa:

Trauma: Beberapa anak yang telah mengalami pelecehan atau trauma atau yang telah menyaksikan peristiwa mengerikan lebih mungkin mengembangkan gangguan kecemasan di kemudian hari. Masalah kecemasan juga dapat berkembang pada orang dewasa yang telah mengalami peristiwa traumatis.

Penyakit yang disebabkan oleh stres: Ketika Anda mengalami masalah kesehatan atau penyakit yang parah, Anda mungkin khawatir tentang pengobatan dan masa depan Anda.

Akumulasi stres: Kecemasan yang berlebihan dapat terjadi akibat peristiwa besar atau serangkaian peristiwa kehidupan yang kurang menekan, seperti kehilangan dalam keluarga, stres pekerjaan, atau kekhawatiran keuangan yang berkelanjutan.

Kepribadian: Gangguan kecemasan lebih umum terjadi pada beberapa jenis kepribadian daripada yang lain.

Jenis gangguan mental lainnya: Gangguan kecemasan umum terjadi pada orang yang memiliki gangguan kesehatan mental lainnya, seperti depresi.

Memiliki kerabat dekat yang menderita kecemasan: Gangguan kecemasan dapat diturunkan dalam keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Alkohol atau obat-obatan: Gangguan kecemasan dapat terjadi atau memburuk akibat penggunaan, penyalahgunaan, atau penarikan obat atau alkohol.

 

Konseling Gangguan Kecemasan Rumah Sakit




Diagnosis Gangguan Kecemasan

Untuk menentukan apakah gangguan kecemasan Anda terkait dengan kesehatan fisik Anda, konsultasikan dengan penyedia perawatan primer Anda. Mereka dapat mencari tanda-tanda masalah medis yang mendasar yang perlu ditangani.

Jika Anda mengalami kecemasan yang serius, Anda mungkin perlu menghubungi profesional kesehatan mental. Psikiater adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam diagnosis dan pengobatan gangguan kesehatan mental. Di sisi lain, seorang psikolog atau praktisi kesehatan mental lainnya melakukan diagnosis dan pengobatan gangguan kecemasan serta menawarkan layanan konseling (psikoterapi).

Profesional kesehatan mental Anda mungkin melakukan hal berikut untuk membantu dalam diagnosis gangguan kecemasan:

Melakukan penilaian psikologis: Ini melibatkan pembicaraan tentang perasaan, pikiran, dan perilaku Anda untuk menyempitkan diagnosis dan menyingkirkan masalah potensial lainnya. Gangguan kecemasan dapat berdampingan dengan masalah kesehatan mental lainnya, termasuk depresi atau penyalahgunaan zat. Hal ini dapat membuat diagnosis menjadi lebih sulit.

Membandingkan gejala dengan kriteria DSM-5: Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5) memungkinkan sebagian besar dokter untuk mengidentifikasi gangguan kecemasan.

 

Pilihan Pengobatan Gangguan Kecemasan

Dokter dapat merekomendasikan salah satu atau kombinasi dari berikut ini:

Obat-obatan:

Dokter dapat merekomendasikan penggunaan obat-obatan tertentu untuk meredakan gejala yang terkait. Hal ini biasanya bergantung pada jenis gangguan kecemasan yang Anda miliki atau masalah kesehatan mental atau fisik lainnya yang Anda alami. Contoh obat-obatan tersebut meliputi:

  • Antidepresan
  • Buspiron, obat anti-kecemasan
  • Obat-obatan lain, seperti obat penenang yang dikenal sebagai benzodiazepin atau beta-blocker, mungkin diresepkan dalam beberapa kasus tertentu. Obat-obatan ini hanya dimaksudkan untuk pengobatan jangka pendek gejala kecemasan dan tidak boleh digunakan secara terus-menerus.

Psikoterapi:

Psikoterapi, sering disebut sebagai terapi bicara atau konseling psikologis, melibatkan kerja sama dengan seorang terapis untuk meredakan gejala kecemasan. Psikoterapi memiliki potensi menjadi pilihan pengobatan kecemasan yang efektif.

Untuk gangguan kecemasan, terapi perilaku kognitif (CBT) merupakan jenis psikoterapi yang paling efektif. CBT adalah pengobatan jangka pendek yang bertujuan untuk mengajarkan strategi khusus yang membantu meningkatkan gejala dan akhirnya melanjutkan aktivitas yang dihindari karena kecemasan.

CBT melibatkan terapi paparan, yaitu secara bertahap menghadapi objek atau situasi yang menyebabkan kecemasan. Hal ini membantu Anda memperoleh rasa percaya diri dalam menghadapi situasi dan gejala kecemasan.

Perawatan mandiri di rumah:

Dalam beberapa kasus, gangguan kecemasan dapat diobati di rumah tanpa pengawasan terapi. Namun, untuk gangguan kecemasan yang serius atau berkepanjangan, hal ini mungkin tidak bermanfaat.

Terdapat berbagai latihan dan aktivitas yang dapat membantu seseorang mengelola gangguan kecemasan yang lebih ringan, terfokus, atau bersifat sementara. Beberapa di antaranya meliputi:

Mengelola stres: Belajar mengatasi stres dapat membantu mengurangi jumlah pemicu potensial. Aturlah batas waktu dan tekanan yang akan datang, buat daftar untuk membuat tugas besar menjadi lebih terjangkau, dan jadwalkan waktu istirahat dari sekolah atau pekerjaan.

Latihan untuk menggantikan pemikiran negatif dengan pemikiran positif: Ini meliputi mencatat pemikiran negatif yang cenderung muncul akibat kecemasan, dan di sampingnya, membuat daftar pemikiran positif yang logis untuk menggantikannya. Jika gejala kecemasan terkait dengan penyebab tertentu seperti fobia, mengembangkan gambaran mental untuk menghadapi dan mengatasi ketakutan tertentu juga dapat membantu.

Metode Relaksasi: Beberapa kegiatan sederhana dapat membantu mengurangi gejala mental dan fisik kecemasan. Latihan pernapasan dalam, meditasi, istirahat dalam kegelapan, mandi panjang, dan yoga adalah beberapa praktik yang dapat dilakukan.

Kelompok dukungan: Anda dapat mempertimbangkan untuk berbicara dengan orang-orang yang Anda kenal dan yang akan memberikan dukungan, seperti anggota keluarga atau teman dekat. Selain kelompok dukungan lokal dan online, mungkin ada sumber daya yang tersedia di daerah Anda yang dapat Anda pertimbangkan.

Olahraga fisik: Berolahraga dapat membantu Anda merasa lebih baik dengan melepaskan hormon di otak yang membuat Anda merasa baik.

 

Mencegah Gangguan Kecemasan

Beberapa kasus gangguan kecemasan dapat dicegah. Secara umum, perasaan cemas adalah bagian normal dari kehidupan, dan memiliki perasaan tersebut tidak selalu berarti Anda memiliki masalah kesehatan mental. Untuk mengelola perasaan cemas, pertimbangkan langkah-langkah berikut:

  • Menghindari atau mengurangi konsumsi kafein, cola, teh, dan cokelat.
  • Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker Anda sebelum mengonsumsi obat bebas (OTC) atau obat herbal apa pun yang dapat memperburuk gejala kecemasan.
  • Menjaga pola makan yang sehat.
  • Menjaga jadwal tidur yang teratur.
  • Berhenti menggunakan alkohol, ganja, atau obat rekreasi lainnya.

 

Konseling Gangguan Kecemasan Rumah Sakit




Kesimpulan

Menghadapi gangguan kecemasan dapat menjadi sulit untuk melewati hari. Serangan panik, kegelisahan, dan rasa takut adalah tanda-tanda gangguan kecemasan. Gejala fisik seperti detak jantung yang cepat dan keringat juga mungkin terjadi. Namun, Anda tidak perlu hidup seperti ini. Terdapat berbagai terapi gangguan kecemasan yang efektif yang dapat membantu mengatasi kondisi ini.

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk menentukan diagnosis Anda dan pilihan pengobatan terbaik. Pengobatan yang umumnya digunakan meliputi penggunaan obat-obatan dan terapi. Obat anti-kecemasan dan antidepresan, bersama dengan CBT, juga dapat membantu Anda merasa lebih baik.