Search

Fakta-Fakta Seputar Penyakit Crohn - Sudut Pandang dari Dokter Ahli

Tanggal terakhir diperbarui: 04-Jun-2022

10 menit membaca

Hari ini kami membahas salah satu jenis penyakit radang. Penyakit ini adalah jenis penyakit radang usus IBD (Inflamatory Bowel Disease).

Penyakit tersebut adalah penyakit Crohn.

Penyakit Crohn merupakan salah satu penyakit radang usus, seperti yang telah kami sebutkan di atas, dan penyakit ini mempengaruhi berbagai area saluran pencernaan yang berbeda pada masing-masing orang. Penyakit Crohn bisa menyebabkan rasa sakit dan membuat tubuh terasa lebih lemah. Penyakit ini juga dapat menyebabkan kondisi yang mengancam nyawa, oleh karena itu, kita perlu memahami hal-hal terkait penyakit ini dan bagaimana cara mengobatinya.

 

Jadi, pertama-tama, mari kita pahami apa itu penyakit Crohn dan kenapa bisa terjadi.

Penyakit Crohn adalah peradangan kronis transmural yang biasanya mempengaruhi ileum dan usus besar distal tapi juga dapat mempengaruhi seluruh lapisan dinding saluran penceraan mulai dari mulut hingga ke anus.

Peradangan transmural berarti bahwa peradangan tersebut tidak terbatas hanya pada selaput lendir di permukaan tetapi juga melibatkan semua lapisan (layer) mukosa usus, ketebalan penuh. Semua lapisan dapat terpengaruh dan meradang, namun tidak meradang terus menerus sepanjang usus.

Daerah yang meradang akan membentuk segmen usus yang terputus-putus, sebuah fenomena yang disebut "skip area".

Penyebaran transmural ini biasanya menyebabkan peradangan berikutnya pada sistem getah bening di daerah-daerah tersebut dan penebalan selanjutnya dari dinding usus dan mesentri.

Peradangan yang luas juga dapat menyebabkan pembesaran otot, fibrosis, dan strictures. Hal yang akhirnya dapat menyebabkan obstruksi usus.

 

Tapi kenapa? Kenapa peradangan ini dapat terjadi?

Penyebab pasti penyakit Crohn masih belum diketahui sampai saat ini. Sebelumnya, dokter berpikir bahwa diet tidak sehat dan stres kronis merupakan penyebab utama munculnya penyakit Crohn. Tapi saat ini dokter telah menyadari bahwa hal-hal tersebut dapat memperburuk penyakit Crohn tetapi tidak secara langsung menyebabkan penyakit Crohn.

Para peneliti berpikir penyebab munculnya penyakit Crohn mungkin terkait dengan gangguan imunologis dan juga faktor keturunan.

Selain itu, para dokter juga berpikir bahwa infeksi bakteri atau virus tertentu terhadap sistem kekebalan tubuh mungkin dapat memicu penyakit Crohn. Namun, mereka belum bisa mengidentifikasi pemicu spesifiknya.

Tetapi mereka berpikir bahwa ketika sistem kekebalan tubuh Anda mencoba melawan bakteri atau organisme yang menyerang, entah bagaimana caranya, hal tersebut juga menyerang sel-sel saluran pencernaan Anda.

Teori lain menunjukkan bahwa penyakit Crohn mungkin disebabkan secara genetik. Penyakit Crohn lebih sering muncul pada orang-orang yang memiliki anggota keluarga lain dengan penyakit ini, sehingga faktor genetik juga dapat berperan dalam munculnya penyakit ini.

Beberapa penelitian lain mengaitkan Crohn dengan faktor-faktor lainnya, seperti:

  • Merokok, mereka menyebutkan bahwa merokok kemungkinan dapat menggandakan kesempatan Anda terkena penyakit Crohn.
  • Obat anti-inflamasi non-steroid seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Beberapa antibiotik dan pil KB.
  • Diet tinggi lemak juga dapat meningkatkan resiko terkena penyakit Crohn.

 

Dokter juga mengidentifikasi beberapa faktor risiko terkait dengan orang-orang yang memiliki peluang tinggi untuk terkena penyakit Crohn seperti:

  • Usia. Meskipun Crohn dapat muncul kapan saja tetapi kondisi ini lebih sering terjadi terjadi pada orang-orang yang masih berusia muda, karena banyak orang yang menderita penyakit Crohn masih berusia di bawah 30 tahun.
  • Riwayat keluarga. Sebanyak 1 dari 5 pasien Crohn juga memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini. Oleh karena itu, Anda akan memiliki resiko yang lebih tinggi jika kerabat dekat Anda (saudara kandung, orang tua, atau anak) juga menderita penyakit ini.
  • Merokok. Merokok juga merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dicegah. Selain Crohn, merokok juga berkaitan dengan bentuk penyakit lain yang lebih parah dan risiko operasi yang lebih tinggi.
  • Obat anti-inflamasi non-steroid. Seperti ibuprofen, naproxen, natrium diklofenak dan aspirin. Obat-obatan tersebut tidak secara langsung menyebabkan munculnya penyakit Crohn tetapi mereka bisa menyebabkan peradangan pada usus yang dapat membuat Crohn menjadi lebih parah.

 

Tapi bagaimana Anda bisa tahu bahwa Anda menderita penyakit Crohn? Apa saja gejalanya?

Seperti yang telah kami jelaskan di atas, penyakit Crohn dapat menyerang seluruh lapisan dinding saluran pencernaan mulai dari mulut hingga ke anus. Dan Crohn dapat melibatkan segmen yang berbeda pada saat bersamaan, mungkin terbatas hanya pada usus besar.

Tanda dan gejala dari penyakit Crohn bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Gejala penyakit Crohn akan datang secara bertahap, namun dapat berkembang secara tiba-tiba tanpa peringatan. Pasien juga akan memiliki waktu remisi, yang berarti periode tanpa gejala sama sekali.

Tetapi ketika penyakit ini aktif, gejala yang akan timbul adalah:

  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Diare.
  • Tinja bercampur dara.
  • Sakit perut.
  • Kram.
  • Mulut terluka.
  • Penurunan berat badan.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Nyeri atau drainase di dekat dan di sekitar anus melalui terowongan terbuka ke kulit yang disebut fistula.

 

Orang-orang penyakit yang parah kemungkin juga mengalami tanda-tanda serta gejala yang tidak terkait dengan saluran pencernaan. Karena penyakit ini mungkin berasal dari sistem imun, maka mungkin juga menyerang organ-organ tubuh lainnya.

Gejala-gejala ini meliputi:

  • Peradangan pada kulit.
  • Peradangan dan kemerahan pada mata.
  • Anemia, anemia defisiensi besi.
  • Nyeri sendi dan peradangan.
  • Batu ginjal.
  • Peradangan pada jantung dan saluran empedu.
  • Pertumbuhan tertunda atau perkembangan seksual yang tertunda pada anak-anak.

Jadi, jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala tersebut, jangan ragu untuk mengunjungi dokter Anda agar dapat segera teridentifikasi dan mulai perawatan Anda sesegera mungkin. Karena semakin Anda mengabaikan gejala dan penyakit Anda, semakin banyak komplikasi yang mungkin Anda kembangkan.

Penyakit Crohn mungkin menyebabkan banyak komplikasi jika tidak diobati, termasuk:

  • Obstruksi usus. Ini merupakan masalah yang serius. Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya Crohn mempengaruhi seluruh ketebalan dinding usus. Seiring berjalannya waktu, dengan peradangan kronis atau serangan peradangan yang berulang, di bagian usus akan timbul bekas luka yang mana akan mempersempit saluran usus dan akhirnya, menghalangi aliran saluran pencernaan.
  • Bisul. Peradangan kronis dapat menyebabkan luka terbuka atau bisul di mana saja di dalam sistem pencernaan Anda.
  • Fistula. Kadang-kadang bisul dapat meluas sepenuhnya melalui dinding usus yang melubanginya dan menciptakan Fistula. Fistula mewakili hubungan abnormal antara berbagai bagian usus. Fistula biasanya berkembang di sekitar bagian anus. Fistula dapat berkembang di antara loop yang berbeda dari usus yang menyebabkan makanan tidak dapat diserap dengan benar. Fistula mungkin juga berkembang di antara loop pada usus dan kandung kemih vagina yang bahkan dapat berakibat lebih buruk karena mereka akan menyebabkan infeksi. Kadang-kadang fistula terbuka ke kulit dan menguras isi usus melalui kulit.
  • Fistula ani. Ini merupakan jenis fistula yang paling umum. Ini menyebabkan beberapa infeksi dan abses.
  • Kekurangan gizi. Diare, fistula dan sakit perut membuat penderitanya sulit untuk menyerap makanan dengan benar yang secara alami menyebabkan kekurangan nutrisi seperti anemia defisiensi zat besi.
  • Kanker usus besar. Memiliki penyakit Crohn meningkatkan risiko Anda terkena kanker usus besar, karena hal inilah kolonoskopi lebih sering disarankan untuk menindaklanjutinya.
  • Gumpalan darah. Crohn mungkin meningkatkan risiko gumpalan di pembuluh darah atau arteri Anda.
  • Masalah kesehatan lainnya. Penyakit Crohn dapat dikaitkan dengan gejala lain seperti mata merah, nyeri sendi dan batu ginjal. Kondisi kesehatan ini mewakili masalah dengan komplikasi baru.

Semua komplikasi dan masalah kesehatan yang bertambah banyak dapat dicegah jika penyakit ini didiagnosis dan diobati lebih awal.

 

Tapi apa pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan penyakit Crohn? Bagaimana dokter bisa mendiagnosisnya?

Tidak ada tes tunggal yang cukup bagi dokter Anda untuk mengkonfirmasi diagnosis terhadap gejala penyakit Crohn. Dokter Anda mungkin akan memulai dengan menghilangkan kemungkinan penyebab lain.

Kombinasi tes akan digunakan untuk menentukan apakah pasien mengidap penyakit Crohn atau tidak, antara lain:

  • Tes lab.

Dokter Anda akan meminta tes darah untuk memeriksa anemia dan tanda-tanda infeksi lainnya. Dia juga akan meminta cek feses sehingga mereka dapat menguji sel darah atau organisme dalam sampel feses Anda.

  • Kolonoskopi.

Tes ini memungkinkan dokter Anda untuk melihat seluruh usus besar dan ileum, memeriksa setiap fistula atau bisul, mengambil biopsi untuk analisis laboratorium, dan melihat granuloma. Granuloma adalah kelompok sel inflamasi. Jika mereka ditemukan di usus besar anda, mereka mengkonfirmasi diagnosis Crohn.

  • Computerized Tomography atau CT.

Anda mungkin diminta untuk melakukan CT scan untuk melihat semua bagian usus Anda dan jaringan di sekitarnya. Secara khusus disebut dengan CT enterography yang dapat melihat usus kecil Anda.

  • Magnetic resonance imagingatau MRI.

MRI mungkin diperlukan terutama untuk mengevaluasi fistula di sekitar saluran anus.

  • Kapsul endoskopi.

Sebuah teknik baru yang menggunakan kapsul dengan kamera di ujungnya. Anda akan diminta untuk menelan sebuah kapsul dan kapsul tersebut akan mengambil gambar usus Anda dan mentransfernya ke alat perekam yang akan Anda kenakan di ikat pinggang Anda. Kemudian dokter Anda akan mengunduh gambar dari alat perekam tadi ke komputer di mana dia dapat memeriksanya untuk mendiagnosis penyakit Crohn. Kapsul ini akan dikeluarkan tanpa adanya rasa sakit melalui feses Anda. Tes ini berguna, tetapi Anda mungkin masih membutuhkan kolonoskopi untuk mengambil biopsi dari usus besar Anda. Selain itu, endoskopi kapsul tidak dapat digunakan dalam kasus obstruksi/penyumbatan usus, sehingga memiliki keterbatasan.

  • Enteroskopi dengan menggunakan balon.

Tes ini memungkinkan dokter Anda untuk melihat lebih jauh ke usus kecil di mana endoskopi reguler tidak dapat mencapai tempat tersebut. Tes ini berguna ketika endoskopi kapsul telah menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang menunjukkan adanya penyakit Crohn, tetapi masih diperlukan diagnosis lebih lanjut.

 

Hari ini kita kehadiran Dokter Lee yang merupakan dokter terkemuka di Rumah Sakit Universitas Hanyang.

Dia akan berdiskusi dengan kita terkait Penyakit Crohn dari sudut pandang tenaga  medis yang berpengalaman.

Tanya jawab:

Apa itu penyakit crohn?

Penyakit Crohn adalah ketika Anda secara terus-menerus terkena bisul pada bagian kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar tanpa mengetahui penyebab pastinya. Bisul terus berkembang dan akan muncul lubang di usus. Peradangan dan bisul akan terus berkembang tanpa mengetahui penyebab pastinya. Jadi penyakit Crohn dapat mempengaruhi semua fungsi pencernaan. Jadi, Crohn dapat berkembang di kerongkongan, perut, usus kecil dan usus besar, bahkan anus. Di satu sisi, ini merupakan salah satu penyakit yang merepotkan.

Jenis gejala apa yang harus kita perhatikan, dalam kasus penyakit crohn?

Hal tersebut mungkin sedikit berbeda tergantung di bagian mana seseorang terkena penyakit Crohn. Lokasi yang paling umum adalah usus besar dan usus kecil. Jadi, Anda bisa secara terus menerus mengalami diare, karena terdapat luka di bagian tersebut. Anda juga bisa melihat feses yang bercampur dengan darah. Di sisi lain karena adanya bisul dan benjolan seperti ini, perut dapat terus-menerus terasa sakit. Jika hal ini terjadi, Anda dapat mengalami penurunan berat badan dengan drastis. Jadi, gejala-gejala ini dapat berlangsung untuk waktu yang lama.

Ketika usus pecah, akan mengakibatkan rasa nyeri mendadak di bagian perut dan berbagai gejala lainnya. Saya pikir Anda dapat melihat gejala tersebut sebagai gejala perwakilan.

Terkait kasus penyakit crohn, apakah ada pemeriksaan yang dapat kita lakukan? Dan jika benar-benar penyakit crohn, perawatan apa yang dapat kita lakukan?

Jika Anda curiga bahwa Anda terkena penyakit crohn, penyakit tersebut terjadi di bagian perut, kerongkongan, usus kecil dan usus besar sehingga Anda perlu melihatnya melalui endoskopi terlebih dahulu. Jadi, jika terdapat luka seperti itu, harus dilakukan biopsi. Hal tersbetu juga mungkin terjadi di luar usus, sehingga tidak dapat terlihat melalui endoskopi.

Dalam hal ini, Anda perlu melakukan CT scan dan melihat seluruh struktur di dalam perut. Selain itu, tingkat peradangan dapat meningkatkan kadar darah, sehingga Anda dapat melakukan tes darah yang dapat memperlihatkan berbagai tingkat peradangan. Anda dapat meninjau semua itu dan mendiagnosis.

Untuk pengobatan, karena kita tidak tahu penyebabnya, kita tidak dapat melakukan perawatan mendasar. Anda perlu tahu penyebab munculnya crohn untuk dapat melakukan perawatan mendasar. Untuk perawatan mendasar terhadap crohn, Anda dapat mencoba berbagai macam obat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan. Dan karena crohn merupakan penyakit autoimun, kita dapat menggunakan obat-obatan yang dapat menekan kekebalan tubuh kita. Dan karena ada peradangan, ada berbagai obat yang menekan peradangan, sehingga kita biasanya menggunakan obat-obatan tersebut.

Jadi jenis perawatan menggunakan obat semacam itulah yang diprioritaskan, tetapi jika Anda memiliki lubang di usus dan terdapat penyumbatan usus bahkan setelah Anda menggunakan obat-obatan tersebut, ada juga metode untuk membuka area yang tersumbat atau area yang berlubang dengan melakukan operasi. Jadi, pertama-tama, perawatan menggunakan obat adalah yang utama, tetapi jika perawatan mengunakan obat tidak tersedia, operasi dapat dilakukan.

Apakah ada cara untuk mencegah penyakit crohn semenjak dini?

Saya mendapati bahwa pertanyaan ini banyak ditanyakan. Karena kita tidak tahu penyebab pastinya, kita juga tidak bisa mencegahnya. Tetapi jika Anda melihat berbagai macam sumber saat ini, nampaknya makanan memiliki peran yang cukup penting. Akan lebih baik jika kita menghindari makanan berminyak, dan penelitian menunjukkan bahwa bakteri di usus Anda memainkan peran yang sangat penting.

Jika kita meminum obat antibiotik, bukankan bakteri di usus kita bisa mati? Tetapi terdapat banyak bakteri baik yang ada di dalam usus. Bakteri yang kita butuhkan. Itu sebabnya bakteri usus penting pada bayi ketika mereka masih muda. Ada banyak laporan yang menunjukkan bahwa anak-anak yang meminum terlalu banyak antibiotik saat masih bayi mengidap penyakit crohn di kemudian hari. Jadi, tidak baik untuk meminum antibiotik ketika Anda masih terlalu muda.

Hal penting lainnya adalah ketika seorang ibu memiliki bayi, mikrobiom di perutnya pergi ke bayi tersebut secara langsung. Itu sebabnya seorang ibu tidak boleh meminum antibiotik ketika mereka sedang hamil. Hal ini masih diteliti saat ini. Jadi, dalam hal itu, Anda harus berhati-hati sejak masih muda.

 

Kesimpulan

Menurut Dokter Lee, penyakit Crohn adalah penyakit radang usus (IBD). Penyakit Crohn menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, yang dapat mempengaruhi berbagai organ di saluran pencernaan tergantung pada orang yang mengidap penyakit tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut, sering diare, kelelahan, penurunan berat badan dan mengakibatkan kekurangan gizi.

Organ yang paling umum dipengaruhi oleh Penyakit Crohn adalah usus kecil dan usus besar tetapi Crohn juga dapat mempengaruhi organ lain di saluran pencernaan termasuk kerongkongan dan anus.

Penyebab penyakit Crohn masih belum diketahui tetapi bisa menjadi penyakit yang sangat melemahkan kondisi tubuh dengan peradangan secara terus menerus dan bahkan lubang di perut. Gejalanya dapat bervariasi tergantung pada di mana Crohn menyerang. Sering mengalami diare serta feses yang bercampur dengan darah. Juga, sakit perut adalah gejala yang umum. Ketika penyakit ini terus berlanjut, banyak yang mengalami penurunan berat badan secara signifikan karena sering terkena diare.

Dalam proses diagnosis penyakit ini, sangatlah penting menggunakan enteroskopi untuk memeriksa kondisi saluran pencernaan secara visual. Selain itu, MRI dan tes darah dapat mengkonfirmasi kondisi lebih lanjut.

Perawatannya masih sangat terbatas karena akar penyebabnya juga belum diketahui. Namun, obat anti-inflamasi umumnya diberikan. Dalam kasus yang lebih parah, operasi dapat dilakukan untuk menghilangkan penyumbatan pada usus besar.

Untuk pencegahan, sekali lagi karena akar penyebabnya belum diketahui, sulit untuk memastikan apa yang harus dilakukan. Namun, kondisi makanan tinggi lemak harus dibatasi. Juga, penting untuk menghindari konsumsi antibiotik selama usia dini seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa flora (bakteri) usus dapat mati, yang dapat mengakibatkan berkembannya Penyakit Crohn.

Artikel

Artikel Lainnya