Gejala Flu 

Tanggal diperbarui: 06-Oct-2022

19 menit membaca

1-Symptoms-of-Flu-cec566df-0ec2-439f-967a-df12bdd6752e.jpg

Apa itu flu?

Flu, yang dikenal sebagai influenza, adalah gangguan pernapasan yang menular. Flu terjadi karena virus yang menginfeksi tenggorokan, hidung, dan paru-paru. Meskipun terkadang disalahartikan sebagai pilek, flu relatif berbeda. Selain itu, gejala flu sedikit berbeda dari pilek dan dapat berlangsung untuk waktu yang lama.

Pada beberapa orang, flu dapat mereda atau sembuh dengan sendirinya. Di sisi lain, kondisi ini dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam jiwa. Semua orang berisiko memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, metode terbaik untuk mencegahnya adalah melalui vaksinasi flu tahunan.

Kebanyakan orang yang sehat dapat pulih sepenuhnya dalam beberapa hari selama terinfeksi, meskipun komplikasi seperti pneumonia dan kematian terjadi di beberapa populasi berisiko tinggi. Anak-anak, orang tua, penderita kelainan imun, dan wanita hamil termasuk dalam kategori ini.

Pilek, demam tinggi, batuk, dan sakit tenggorokan adalah semua gejala influenza. Wabah musiman influenza menyebar dengan cepat dan efisien. Epidemi flu terjadi setiap musim gugur dan musim dingin di negara-negara beriklim sedang. Flu dapat menyerang sejumlah besar orang dewasa dan anak-anak meskipun pengaruh musim tergantung pada kelompok usia dan menghasilkan tingkat keparahan yang berbeda.

 

Epidemiologi

Pada tahun 1933, para peneliti mengidentifikasi Influenza A; Tujuh tahun kemudian, mereka mengisolasi Influenza B. Kehadiran virus influenza di lokasi geografis tertentu di belahan bumi utara dan selatan disebut sebagai epidemi influenza. Kondisi ini terjadi setiap tahun selama bulan-bulan musim dingin. Intensitas, durasi, dan kelompok usia adalah faktor yang paling terpengaruh oleh influenza, serta tingkat komplikasi seperti rawat inap dan kematian, bervariasi secara signifikan di seluruh musim influenza.

Ketika virus H3N2 lebih unggul, musim menjadi lebih parah, terutama untuk kalangan anak-anak dan orang tua. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan pemantauan virologi influenza di seluruh dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa virus influenza diisolasi dari individu di wilayah geografis setiap bulannya. Sepanjang bulan musim dingin, aktivitas influenza di daerah beriklim sedang meningkat.

Di belahan bumi utara, wabah influenza dan epidemi biasanya terjadi antara bulan Oktober dan Maret, sedangkan aktivitas influenza terjadi antara bulan April dan Agustus di belahan bumi selatan. Di sabuk tropis, wabah influenza menyerang sepanjang tahun.

 

Penyebab dan Pemicu Flu

Jika ada orang yang terjangkit influenza bersin, batuk, atau berbicara, virus akan menyebar di udara dalam bentuk tetesan. Tetesan tersebut dapat langsung terhirup oleh Anda ataupun mengenai objek termasuk keyboard komputer atau telepon. Anda dapat terinfeksi influenza ketika memegang objek tersebut dan membawanya ke arah hidung, mata, dan mulut.

Individu yang terinfeksi virus sebagian besar dapat menularkannya secara langsung dari sebelum lima hari setelah gejalanya muncul. Anak di bawah umur dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu dapat tetap menularkan virus untuk waktu yang lama.

Virus flu masih terus berkembang, dengan varian baru dan muncul secara teratur. Jika Anda pernah mengalami influenza, maka tubuh telah menghasilkan antibodi untuk memerangi varian virus. Jadi, jika virus flu di masa depan sama dengan yang telah Anda alami, baik melalui infeksi atau vaksinasi, antibodi dapat membantu mencegah atau membatasi keparahan kondisi. Namun, tingkat antibodi bisa turun seiring berjalannya waktu.

Selain itu, antibodi terhadap virus flu yang sebelumnya Anda miliki tidak dapat melindungi terhadap varian influenza baru. Situasi ini terjadi karena virus baru yang menyerang Anda mungkin berbeda dari virus sebelumnya.

 

Faktor Risiko Flu

Beberapa faktor yang cenderung meningkatkan kemungkinan penyebaran influenza atau memperburuk gejala flu meliputi;

  • Usia: Biasanya, flu musiman sebagian besar memengaruhi anak-anak berusia enam hingga lima tahun dan orang dewasa berusia di atas 65 tahun dapat berisiko tinggi.
  • Kondisi lingkungan kerja dan tempat tinggal: Kebanyakan orang yang tinggal atau bekerja di sebuah tempat dengan banyak orang berpotensi tinggi terkena flu. Tempat tersebut termasuk barak militer dan panti jompo. Selain itu, orang-orang yang berada di rumah sakit bahkan lebih rentan terhadap infeksi.
  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu: Sistem kekebalan tubuh seseorang dapat dilemahkan oleh obat kanker, obat anti-penolakan, penggunaan steroid dalam jangka panjang, kanker darah, donor organ, dan HIV/AIDS. Hal ini membuat orang tersebut relatif lebih mudah untuk terserang flu, serta meningkatkan kemungkinan berbagai komplikasi.
  • Ras: Menurut berbagai penelitian, penduduk asli Amerika mungkin berisiko lebih tinggi terkena komplikasi flu.
  • Kondisi kesehatan kronis: Terkadang kondisi medis kronis tertentu dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi flu. Contoh gangguan ini adalah masalah paru-paru seperti asma, penyakit jantung, diabetes, penyakit sistem saraf, kelainan saluran napas, gangguan metabolisme, dan penyakit hati, ginjal, atau darah.
  • Obesitas: Risiko dan komplikasi flu lebih rentan terjadi pada individu dengan indeks massa tubuh (BMI) 40 atau lebih tinggi.
  • Menggunakan aspirin saat berumur di bawah 19 tahun: Jika terinfeksi flu, orang yang berusia di bawah 19 tahun yang sedang menjalani pengobatan aspirin jangka panjang telah meningkatkan risiko terkena sindrom Reye.
  • Kehamilan: flu lebih sering terjadi pada wanita hamil, terutama selama trimester kedua hingga ketiga. Hingga sekitar dua minggu setelah melahirkan, wanita masih berisiko mengalami komplikasi terkait flu.

 

Patofisiologi

Influenza adalah penyakit pernapasan akut yang menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan bagian atas dan trakea. Gejala akut berlangsung selama tujuh sampai sepuluh hari. Sebagian besar orang dengan kondisi tubuh yang sehat tidak mudah terkena penyakit ini

Sindrom virus seperti demam tinggi, koriza, dan nyeri tubuh, disebabkan oleh respon imunologis dan juga respon interferon terhadap infeksi virus. Populasi berisiko tinggi, seperti mereka yang memiliki penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung, atau kehamilan, lebih cenderung memiliki konsekuensi serius seperti pneumonia virus primer, pneumonia bakteri lanjutan, bronkitis hemoragik, dan kematian.

Konsekuensi serius ini dapat segera timbul setelah 48 jam timbulnya gejala. Mulai saat injeksi, virus bereplikasi di saluran pernapasan atas dan bawah dan memuncak setelah rata-rata 48 jam.

Baik enzim neuraminidase dan hemagglutinin sangat penting untuk virulensi karena mereka adalah target utama penetralisir antibodi. Hemagglutinin berikatan dengan sel epitel dalam sistem pernapasan, dan memungkinkan penyebaran infeksi. Enzim Neuraminidase memecah hubungan yang mengikat virus secara bersama-sama dan memungkinkan penyebaran infeksi. Protein H dan N bertanggung jawab untuk mengidentifikasi virus influenza.

Komponen penting dari virus influenza A adalah virus labil genetik dengan tingkat mutasi yang tinggi. Hal ini menyebabkan perubahan signifikan dalam protein antigenik dan fungsional.

 

Jenis Virus Flu

Manusia biasanya terinfeksi dengan tiga jenis virus flu, termasuk tipe A, tipe B, dan tipe C, ada juga jenis keempat, yaitu tipe D, tetapi tipe ini tidak menginfeksi manusia.

Selama musim epidemi, influenza tipe A dan B menginfeksi manusia. Influenza A diklasifikasikan ke dalam berbagai sub tipe berdasarkan campuran protein hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N) yang diproduksi pada permukaan virus.

Karena virus flu dapat berpindah dari hewan ke manusia, manusia dan hewan dapat menangkap tipe Flu. Virus ini terus berkembang dan berpotensi memicu epidemi flu tahunan. Dengan demikian, gejala flu tipe A juga bervariasi.

Selama musim dingin, flu tipe B dapat mengakibatkan wabah musiman. Di sisi lain, tipe ini biasanya tidak terlalu parah, berbeda dengan tipe A, dan menunjukkan lebih sedikit gejala ringan. Gejala flu tipe B terkadang dapat menyebabkan komplikasi serius. Selain itu, tipe B hanya dapat ditularkan dari satu individu ke individu lainnya.

Flu tipe A dan B dikaitkan dengan varian yang berbeda. Di sisi lain, ada manusia dan hewan yang terinfeksi flu tipe C tetapi dengan efek samping kecil dan sedikit risiko.

Jika sifat antigenik virus berubah, virus influenza hewan dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Penularan dari orang ke orang seringkali menjadi  tidak efektif ketika situasi ini terjadi. Pandemi influenza, seperti yang terjadi pada tahun 1918 dan 2009, kemungkinan terjadi karena penularan dari orang ke orang menjadi efisien.

Flu avian yang juga dikenal sebagai flu burung, adalah penyakit menular burung yang disebabkan oleh virus influenza A seperti A (H5N1), A (H5N8), dan H7N9. Virus-virus ini memprihatinkan karena berpotensi untuk berevolusi dan menular dari orang ke orang dan kemudian mengakibatkan pandemi yang parah.

Pandemi influeza pada tahun 2009, yang merupakan virus influenza hewan dan kemungkinan dimulai di Amerika Selatan pada awal 2009, mengembangkan potensi untuk menularkan dari orang ke orang dan secara internasional. Situasi ini adalah contoh yang sesuai dari influenza yang berasal dari hewan.

 

Gejala flu

Pada awalnya flu dapat terlihat seperti flu biasa, dengan hidung meler, sakit tenggorokan, dan bersin. Di sisi lain, pilek biasanya membutuhkan waktu untuk menjadi semakin parah, sementara flu menyerang secara tak terduga. Pilek bisa mengganggu dan menjengkelkan sedangkan flu biasanya membuat Anda merasa lebih buruk.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala virus flu yang paling umum;

  • Demam
  • Menggigil dan berkeringat
  • Sakit tenggorokan
  • Otot yang sakit
  • Batuk kering terus-menerus
  • Sakit kepala
  • Lemah, lelah, atau rasa kantuk
  • Sesak napas
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Diare dan muntah (terutama pada anak-anak)
  • Sakit mata

 

Gejala flu pada anak-anak

Flu adalah salah satu infeksi virus yang paling serius dan meluas sepanjang musim dingin. Sebagian besar anak-anak terserang flu selama kurang dari seminggu. Namun, beberapa anak memiliki penyakit yang lebih serius dan mungkin memerlukan rawat inap. Flu berpotensi menyebabkan infeksi paru-paru (pneumonia) atau bahkan kematian.

Flu adalah penyakit pernapasa, tetapi dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Seorang anak bisa sakit secara tba-tiba dengan salah satu atau semua gejala berikut:

  • Demam, dengan kemungkinan tinggi 103°F (39,4 ° C) hingga 105°F (40,5°C)
  • Nyeri tubuh, yang mungkin parah
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk yang semakin memburuk
  • Kelelahan
  • Pilek atau hidung tersumbat

Dalam beberapa kasus, anak Anda mungkin juga memiliki gejala seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare

Pada sebagian besar anak muda, flu biasanya hilang dalam seminggu. Namun, anak-anak mungkin terus merasa lelah hingga 3 sampai 4 minggu.

 

Penularan Flu

Virus flu menyebar melalui tetesan cairan. Ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara, mereka dapat menyebarkan virus ke orang lain hingga 6 kaki jauhnya.

Virus dapat ditularkan oleh orang sehat sehari sebelum berkembangnya gejala. Hal ini juga berarti bahwa Anda cenderung menyebarkan flu bahkan sebelum menyadari bahwa Anda terserang flu. Setelah gejala muncul, orang yang terinfeksi dapat terus menyebarkan virus hingga lima atau tujuh hari.

Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terganggu, termasuk orang tua dan anak-anak kecil, dapat menyebarkan virus lebih lama. Selama tiga sampai empat hari pertama setelah gejala terjadi, flu lebih rentan menular.

 

Penularan dan Inkubasi Flu

Jika tetesan yang mengandung virus dari napas orang lain masuk ke mulut, hidung, atau paru-paru seseorang, mereka dapat mengembangkan gejala flu. Transmisi seperti itu dimungkinkan karena alasan seperti;

  • Seseorang yang tidak terinfeksi virus berada di dekat seseorang yang menderita flu.
  • Orang yang bebas virus menyentuh barang yang disentuh oleh seseorang yang terinfeksi virus dan kemudian menyentuh mulut, mata, atau hidung mereka.

Waktu antara ketika virus menginfeksi seseorang dengan waktu munculnya gejala dikenal sebagai masa inkubasi suatu penyakit. Ini biasanya memakan waktu sekitar dua hari untuk flu, tetapi dapat berlangsung dari satu hingga empat hari. Bahkan sebelum gejala terjadi, seseorang dapat menyebarkan virus.

Gejala flu terjadi secara tak terduga, seringkali dua hari setelah terinfeksi. Sebagian besar gejala hilang setelah sekitar satu minggu meskipun batuk dapat berlangsung hingga dua minggu. Seseorang dapat tetap menularkan hingga seminggu lamanya, bahkan pada kasus-kasus tertentu, seseorang tetap dapat menularkan setelah hilangnya gejala.

Komplikasi mungkin memakan waktu lebih lama untuk mereda apabila muncul. Beberapa komplikasi yang paling serius, seperti gagal ginjal, mungkin memiliki efek jangka panjang pada kesehatan seseorang.

Setelah tanda-tanda dan gejala utama sembuh, beberapa individu mengalami kelelahan pasca-virus selama sekitar satu minggu atau lebih. Mereka mungkin juga memiliki perasaan lelah dan malaise yang tersisa.

 

Diagnosis Flu

Diagnosis klinis influenza mungkin dapat terjadi, terutama selama musim influenza. Sebagian besar kasus akan sembuh tanpa perawatan medis, dan mereka tidak memerlukan tes laboratorium untuk didiagnosis.

Jika Anda mencurigai adanya infeksi flu, dokter dapat memulai dengan melakukan pemeriksaan fisik. Hal ini dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda dan gejala flu. Jika perlu, mereka dapat meminta tes virus influenza.

Anda mungkin tidak perlu menjalani tes influenza pada periode ketika virus tersebar luas. Dalam kasus seperti itu, dokter dapat membuat diagnosis sesuai dengan gejala dan tanda-tanda yang jelas.

Deteksi antigen cepat, tes molekuler cepat untuk deteksi RNA virus, pewarnaan antibodi langsung dan tidak langsung imunofluoresensi untuk deteksi antigen virus, pengujian PCR secara langsung, dan kultur sel semuanya merupakan prosedur laboratorium yang dapat diakses untuk diagnosis influenza.

Semua tes cepat memiliki sensitivitas terbatas dan kemungkinan ketidakakuratan yang signifikan. Pada individu dengan gejala paru-paru, x-ray dada harus diambil untuk menyingkirkan pneumonia bakteri.

Di sebagian besar rumah sakit dan laboratorium, pemeriksaan reaksi berantai polimerase (PCR) menjadi lebih populer. Tes ini dapat dilakukan ketika Anda berada di rumah sakit atau di klinik dokter. Tes PCR lebih dapat diandalkan daripada tes lain dan mampu membedakan varian influenza.

Dengan pandemi COVID-19, tes untuk mendeteksi influenza serta COVID-19 dapat diakses bersamaan. COVID-19 dan influenza mungkin menyerang pada saat yang sama.

 

Pengobatan Flu

Pada kebanyakan orang sehat tanpa komorbiditas tambahan, infeksi influenza lebih terbatas dan ringan. Pada orang sehat tidak ada obat antivirus yang diperlukan untuk infeksi ringan.

Flu biasanya diobati dengan istirahat dan banyak mengonsumsi cairan. Dokter dapat merekomendasikan obat antivirus untuk menyembuhkan flu jika Anda memiliki infeksi serius atau berisiko komplikasi parah. Oseltamivir (Tamiflu), peramivir (Rapivab), zanamivir (Relenza), dan baloxavir (Xofluza) adalah contoh dari obat tersebut. Obat-obatan ini dapat membantu Anda lebih cepat pulih dengan mengurangi masa penyakit selama satu atau dua hari. Dengan ini, Anda dapat menghindari komplikasi serius.

Oseltamivir adalah obat yang diberikan secara oral. Di sisi lain, Zanamivir dihirup menggunakan alat seperti inhaler asma. Namun, pengobatan ini tidak dianjurkan untuk orang yang memiliki kondisi pernapasan serius seperti asma atau penyakit paru-paru.

Selama musim influenza yang terjadi baru-baru ini, tingkat resistensi yang cukup besar terhadap antivirus adamantana telah diamati pada influenza A, dan mereka tidak diindikasikan untuk terapi atau pencegahan terhadap influenza A. Baru-baru ini resistensi terhadap penghalang neuraminidase telah minimal di musim influenza, tetapi virus mungkin dapat berevolusi dan mendapatkan resistensi kapan saja.

Setelah terapi, individu tertentu, terutama yang memiliki gangguan imun, dapat mengembangkan resistensi. Dalam kasus wabah dan paparan pada populasi berisiko tinggi, oseltamivir dapat digunakan untuk kemoprofilaksis pada orang berusia satu tahun ke atas.

Efek samping Oseltamivir mengakibatkan respons kulit yang parah dan episode neuropsikiatri sementara yang terjadi sesekali; efek samping ini membuat oseltamivir tidak cocok untuk digunakan pada orang tua dan orang-orang yang cenderung memperparah efek samping ini. Alergi terhadap telur adalah satu-satunya kontraindikasi zanamivir.

 

Bagaimana cara mencegah flu?

3-Symptoms-of-Flu-aa39fb7d-ffae-4247-b977-8aeb2a630dce.jpg

Karena risiko komplikasi, penting untuk melindungi diri sendiri serta keluarga Anda terhadap virus. Virus flu dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Oleh karena itu, Anda harus membersihkan tangan secara teratur menggunakan sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol untuk menghindari kontak. Selain itu, cobalah untuk menghindari menggosok hidung atau mulut dengan tangan Anda, terutama jika Anda belum mencucinya.

Virus flu mampu bertahan hingga 48 jam pada permukaan dan barang yang keras. Untuk perlindungan diri yang lebih, Anda harus menggunakan tisu disinfektan dan semprotkan disinfektan pada permukaan yang paling sering disentuh di sekitar rumah atau tempat kerja.

Kenakan masker wajah untuk menjaga diri saat Anda merawat seseorang yang terserang flu. Menutupi batuk dan bersin akan membantu mencegah penyebaran flu. Layanan medis sering merekomendasikan untuk batuk atau bersin ke siku daripada tangan.

Cobalah untuk mendapatkan vaksinasi flu setidaknya setahun sekali. Setiap orang atau anak dengan usia di atas enam bulan harus mendapatkan vaksin. Hal ini dilakukan dengan tujuan menjaga tubuh terhadap varian virus flu yang paling umum. Terlepas dari kenyataan bahwa vaksin tidak 100% efisien, tindakan ini dapat membantu meminimalkan risiko terserang flu sekitar 40%- 60%. Hal ini didasarkan pada sumber CDC.

Dokter biasanya memberikan vaksinasi influenza melalui suntikan di lengan. Vaksin flu semprot hidung cocok untuk orang berusia antara 2 hingga 49 tahun dan wanita yang tidak hamil.

Vaksinasi sangat disarankan pada awal musim dingin. Yang direkomendasikan untuk vaksin flu atara lain:

  • Individu berusia enam bulan ke atas
  • Individu yang memiliki alergi telur tetapi hanya menderita gatal-gatal harus mendapatkan imunisasi.
  • Dalam semua situasi, peralatan resusitasi harus ada, dan pasien harus diikuti selama 10-15 menit.
  • Dalam beberapa tahun terakhir, vaksinasi flu melalui hidung tidak efektif. Metode injeksi lebih disukai.
  • Wanita hamil dapat menerima vaksinasi flu.
  • Vaksinasi sering tidak efektif pada mereka yang berusia di atas 65 tahun, oleh karena itu formulasi dosis tinggi harus digunakan.

 

Suntikan Flu

Mendapatkan vaksinasi flu tahunan adalah metode terbaik untuk mencegah infeksi. Biasanya, ada dua bentuk vaksinasi flu; suntikan flu dan vaksin flu semprot hidung.

Dokter biasanya memberikan suntikan flu menggunakan jarum dan seringkali dilakukan di lengan. Tindakan ini aman untuk semua orang dengan usia di atas enam bulan serta individu yang sehat, dan mereka yang memiliki penyakit serius. Di sisi lain, vaksin flu semprot hidung mengandung virus influenza hidup dan lemah, hal ini tidak memicu kondisi.

Suntikan flu musiman:

Berdasarkan pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC), suntikan flu terdiri dari vaksin untuk berbagai virus. Mereka termasuk virus influenza A (H1N1), virus influenza (H3N2), dan satu atau dua virus influenza B.

Di sisi lain, virus berevolusi dan berubah seiring berjalannya waktu. Akibatnya, ilmuwan medis mungkin harus mengubah kandungan vaksin setiap tahun. Para ahli menggunakan statistik dari program pemantauan internasional untuk memprediksi varian flu yang mungkin akan menyerang selama musim flu tertentu. Sekitar dua minggu setelah pemberian vaksin, perlindungan dimulai. Misalnya, vaksinasi influenza musiman dapat dimulai pada bulan September atau lebih awal setelah vaksin siap. Setelah itu, dapat berlanjut hingga bulan Januari sepanjang masa flu atau lebih.

 

Obat Gejala Flu

Memiliki infeksi flu dapat menjengkelkan karena gejala yang terkait menyebabkan banyak ketidaknyamanan. Namun, ada perawatan gejala flu dan obat yang tersedia. Kebanyakan pengobatan ini menawarkan bantuan yang signifikan.

Karena itu, jika Anda menderita flu, ingatlah solusi berikut;

  • Obat pereda batuk: Batuk adalah salah satu gejala flu yang dapat diredakan dengan beberapa obat rekomendasi dokter untuk meredakannya. Atau, jika Anda tidak nyaman dengan cara meminum obat, ada obat tetes batuk khusus yang mengandung madu dan lemon. Obat ini dapat membantu meringankan sakit tenggorokan serta batuk.
  • Dekongestan: Obat ini dapat membantu meringankan hidung tersumbat serta sinus dan tekanan telinga. Setiap bentuk dekongestan memiliki efek sampingnya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk membaca label dengan hati-hati guna menemukan obat yang tepat untuk Anda.
  • Ekspektoran: Obat ini membantu melonggarkan sekresi sinus tebal yang menyumbat kepala dan memicu batuk.
  • Penghilang rasa sakit: Dokter sering merekomendasikan analgesik seperti asetaminofen dan ibuprofen untuk meringankan gejala flu pada bayi dan orang dewasa. Nyeri otot, nyeri tubuh,  demam, dan sakit kepala adalah contoh gejala tersebut.

 

Flu Shot untuk Anak-Anak

2-Symptoms-of-Flu-4dd376ac-3d0b-4ac8-9bf4-3c3181fbc8b5.jpg

Sebanyak ratusan ribu anak di bawah umur terkena flu setiap tahunnya. Beberapa menjadi penyakit kronis dan memerlukan rawat inap. Tanpa pengobatan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Saat membahas tentang flu, anak-anak selalu berisiko lebih besar, tidak seperti orang dewasa. Sebagian besar anak-anak di bawah lima tahun lebih memerlukan perawatan medis segera untuk influenza.

Anak-anak di bawah usia dua tahun berada pada risiko tertinggi komplikasi influenza berat. Flu bisa menjadi lebih buruk untuk anak Anda jika ia memiliki kondisi kesehatan kronis seperti asma dan diabetes. Jika anak Anda terkena flu atau menunjukkan gejala flu, segera konsultasikan dengan dokter. Anda juga harus segera menelpon untuk mendapatkan protokol pencegahan COVID-19.

Vaksin flu adalah cara paling aman untuk melindungi anak-anak dari flu. Vaksinasi tahunan sangat penting. Di sisi lain, penyedia medis merekomendasikan vaksinasi untuk siapa saja yang berusia di atas enam bulan.

 

Suntikan Flu dan Kehamilan

Mendapatkan suntikan flu saat hamil merupakan tindakan yang sehat dan aman; Oleh karena itu, dokter sering merekomendasikannya. Hal ini membutuhkan sekitar dua minggu untuk pertahanan dan mengambil efek untuk meringankan gejala flu ketika hamil. Vaksin flu juga akan sampai ke janin dan memberikan beberapa perlindungan terhadap infeksi.

Vaksin flu tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir karena dapat berbahaya bagi mereka. Namun, baik ibu dan bayi yang belum lahir akan mendapatkan manfaat dari vaksin.

 

Gejala flu vs pilek

Jika dilihat sekilas, flu dan pilek biasa mungkin tampak sama. Mereka merupakan penyakit pernapasan dengan gejala terkait yang sama. Kedua gangguan ini, bagaimanapun, disebabkan oleh virus yang berbeda. Seseorang dapat melihat perbedaan di antara keduanya tergantung pada gejalanya.

Ada beberapa gejala umum flu vs pilek. Kebanyakan orang yang menderita salah satunya biasanya mengalami gejala berikut;

  • Bersin
  • Hidung tersumbat atau meler
  • Kelemahan tubuh secara umum
  • Nyeri tubuh

Gejala flu biasanya lebih intens daripada gejala pilek. Perbedaan penting lain di antara keduanya adalah intensitas mereka. Pilek jarang menyebabkan penyakit atau masalah lain. Namun, flu dapat menyebabkan infeksi telinga, sinusitis, sepsis, dan pneumonia.

Jika gejalanya serius, Anda harus meminta saran medis untuk menentukan apakah Anda terserang pilek atau flu. Dalam kebanyakan kasus, penyedia medis akan melakukan beberapa tes untuk menilai penyebab gejala.

Untuk wabah COVID-19, hubungi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda dapat menemui dokter secara langsung atau menjadwalkan janji temu secara online. Dikarenakan gejala pilek dan flu pada balita, anak-anak, dan orang dewasa bertepatan dengan gejala COVID-19, mereka harus ditangani dengan hati-hati.

Jika dokter mendeteksi batuk, Anda hanya perlu mengurus gejala sampai infeksi sembuh. Berikut ini adalah contoh perawatannya;

  • Mengambil obat-obatan dingin yang tersedia secara bebas (OTC)
  • Menjaga hidrasi
  • Tidur yang cukup

Meminum obat flu lebih awal selama siklus virus dapat membantu meminimalkan keparahan penyakit dan juga durasi penyakit. Bagi mereka yang menderita flu, istirahat serta hidrasi juga membantu pemulihan. Flu, seperti pilek biasa, akan memakan waktu lama untuk meninggalkan tubuh.

 

Diagnosis Banding

  • Sindrom Gangguan Pernapasan Akut (ARDS)
  • Adenovirus
  • Arenavirus
  • Sitomegalovirus
  • Berdarah
  • Infeksi Echovirus
  • Sindrom paru Hantavirus
  • Infeksi HIV
  • Penyakit Legiuner
  • Virus Parainfluenza Manusia (HPV)

 

Komplikasi Flu

Flu biasanya tidak serius jika Anda masih muda dan sehat. Meskipun Anda bisa merasa tidak enak badan ketika menderita flu, biasanya kondisi ini akan sembuh dalam satu atau dua minggu tanpa konsekuensi jangka panjang. Namun, anak-anak dan orang dewasa berisiko tinggi cenderung mengalami komplikasi seperti;

  • Bronkitis
  • Radang paru-paru
  • Gangguan jantung
  • Asma yang parah
  • Sindrom gangguan pernapasan akut
  • Infeksi telinga

Dalam kebanyakan kasus, pneumonia adalah komplikasi flu yang paling kronis. Penyakit ini cenderung berakibat fatal bagi orang tua dan individu dengan kondisi serius lainnya.

 

Prognosa

Influenza memiliki tingkat morbiditas yang tinggi. Banyak orang terpaksa kehilangan pekerjaan dan sekolah. Selain itu, pada anak-anak dan orang tua, infeksi bisa berakibat fatal. Orang dengan penyakit bawaan paru-paru dan diabetes memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, penyakit ini dapat secara signifikan mengurangi kualitas hidup seseorang selama 1-2 minggu setiap musim.

 

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?

Mayoritas orang yang terkena flu dapat menanganinya di rumah dan tidak harus selalu menemui dokter. Namun, jika Anda mengalami gejala flu dan khawatir tentang terjadinya komplikasi, segera buatlah janji dengan dokter Anda. Obat antivirus dapat membantu mempersingkat durasi penyakit dan menghindari komplikasi yang lebih parah.

Jika Anda mengalami gejala seperti flu, segera carilah pertolongan medis. Orang dewasa harus menyadari berbagai tanda dan gejala darurat seperti;

  • Nyeri dada
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Pusing yang terus-menerus
  • Gangguan terhadap kondisi kesehatan yang ada
  • Kejang
  • Nyeri otot atau kelemahan tubuh yang ekstrem

Tanda-tanda darurat dan gejala flu pada anak-anak dapat mencakup hal-hal berikut;

  • Nyeri dada
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir biru
  • Dehidrasi
  • Kejang
  • Nyeri otot kronis
  • Memburuknya masalah kesehatan yang sudah ada

 

Kesimpulan

Flu, atau influenza, adalah penyakit pernapasan yang diakibatkan oleh virus. Jutaan orang di seluruh dunia menderita sakit flu setiap tahunnya. Terkadang penyakit ini dapat menyebabkan penyakit ringan. Namun, penyakit ini bisa lebih berbahaya atau bahkan fatal bagi orang dengan usia di atas 65 tahun, bayi yang baru lahir, dan individu dengan beberapa penyakit kronis.

Hal ini disebabkan oleh berbagai macam virus influenza. Beberapa virus ini dapat menginfeksi manusia, sementara yang lain menginfeksi spesies yang lebih spesifik. Virus ini disebarkan melalui tetesan pernapasan yang dilepaskan dari mulut dan sistem pernapasan selama batuk, berbicara, atau bersin.

Menyentuh benda mati yang tercemar virus dan kemudian menyentuh hidung atau mata dapat menyebarkan virus influenza. Influenza dapat ditularkan sebelum pasien mengembangkan gejala dan hingga 5 sampai 7 hari setelah infeksi.

Varian yang lebih berbahaya dari virus influenza telah muncul selama beberapa dekade terakhir. Virus ini tidak hanya mempengaruhi manusia tetapi juga hewan. Dokter harus menyadari bahwa semua tes cepat untuk mendeteksi influenza memiliki sensitivitas rendah dan sering memberikan hasil negatif palsu.

Tes PCR atau kultur virus sekresi tenggorokan adalah standar emas untuk diagnosis meskipun hasilnya memakan waktu beberapa hari. Vaksinasi adalah teknik penting untuk menurunkan morbiditas infeksi.

Untungnya, flu adalah kondisi yang dapat dicegah. Cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda bebas dari virus adalah dengan mendapatkan vaksinasi setiap tahun. Penting juga untuk mempraktikkan kebiasaan kesehatan tingkat utama seperti mencuci tangan secara teratur dan menutup mulut saat batuk atau bersin. Hal ini dapat membantu mencegah penularan kuman dan menghindari flu.

Cara terbaik untuk mencegah dan mengobati influenza adalah dengan tim interprofesional yang terdiri dari perawat, praktisi perawat, penyedia perawatan primer, internis, apoteker, dokter departemen darurat, dan ahli penyakit menular.

Setiap tahunnya, jutaan orang terkena flu, sehingga menyebabkan mereka kehilangan pekerjaan dan sekolah. Gejala memiliki dampak negatif pada kualitas hidup seseorang, dan penyakit ini telah diketahui menyebabkan kematian pada usia ekstrim. Kuncinya adalah mengedukasi pasien tentang imunisasi. Semua pasien harus didesak untuk mendapatkan vaksinasi flu tahunan, yang tersedia setiap bulan November.

Hampir setiap sekolah memiliki tim perawat yang berkunjung dan menyediakan vaksinasi kepada siswa. Selain itu, saat ini apoteker juga berwenang untuk memberikan imunisasi kepada pelanggan yang datang ke toko obat. Tujuannya adalah untuk menurunkan biaya perawatan kesehatan sebagai akibat dari individu yang berbondong-bondong ke ruang gawat darurat sepanjang musim dingin. Pada saat yang sama, peserta telah diinstruksikan tentang perlunya mencuci tangan, menghindari kontak dekat hingga gejala berkurang, dan minum air yang cukup.

Artikel

Artikel Lainnya