Search

Haruskah Anda mengkonsumsi Bir untuk mengatasi Batu | Ginjal? Mitos vs Fakta

Tanggal terakhir diperbarui: 29-Jul-2022

11 menit membaca

1-Kidney-stones-7ab79dec-1876-4c51-b76d-ff7314720b98.jpg

Istilah medis batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan kristal yang terbentuk di ginjal. Endapan kristal ini sering terbentuk dari kalsium atau asam urat. Terdapat berbagai ukuran dari batu ginjal yang akan terasa menyakitkan bila melewatinya.

Batu ginjal muncul ketika unsur-unsur tertentu, seperti kalsium, oksalat, dan asam urat, cukup terkonsentrasi di ginjal dan membentuk kristal. Kristal berkembang menjadi "batu" seiring bertambahnya ukuran. Kalsium menyumbang sekitar 80% sampai 85% dari batu ginjal. Sisanya adalah batu asam urat, yang terjadi pada orang yang memiliki kadar pH urin rendah.

 

Gejala batu ginjal

Batu yang berkembang di ginjal mungkin terlepas dan bergerak ke bawah ureter, menghalangi aliran urin. Akibatnya, menimbulkan intensitas rasa sakit yang parah, termasuk nyeri panggul (nyeri di satu sisi tubuh antara perut dan punggung), mual, dan muntah. Ketika batu bergerak ke bawah ureter menuju kandung kemih, batu tersebut menyebabkan sering buang air kecil, tekanan kandung kemih, dan nyeri pada bagian pangkal paha.

Batu ginjal berkembang di ginjal dan kemudian masuk ke ureter. Ureter adalah tabung yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih dan memungkinkan urin untuk melewatinya. Batu kecil biasanya lewat secara spontan, tetapi batu yang lebih besar mungkin terjebak di ureter, menghasilkan gejala yang tercantum di atas.

 

Batu ginjal dapat menyebabkan

Batu ginjal dapat terjadi karena berbagai penyebab sepanjang hidup seseorang, mulai dari genetika hingga gaya hidup.

  • Batu ginjal, yang sering terbentuk dari sistin, dapat disebabkan oleh faktor genetika.
  • Batu ginjal, yang sering terbentuk dari asam urat, dapat disebabkan oleh urin asam.
  • Batu ginjal, yang sering disebabkan oleh kalsium oksalat, mungkin berhubungan dengan diet.
  • Infeksi dapat menyebabkan batu ginjal, yang umumnya terbuat dari struvite.
  • Dehidrasi dapat membuat batu ginjal. Hal ini karena dehidrasi membuat batu kristal sulit terdorong keluar dari urin.
  • Obesitas: BMI tinggi, lingkar pinggang yang lebar, dan penambahan berat badan semuanya dikaitkan baik peningkatan risiko satu episode maupun serangan berulang batu ginjal.
  • Masalah pencernaan dan operasi: Masalah sistem pencernaan dapat mengganggu penyerapan kalsium, elektrolit, dan air, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Operasi bypass lambung dan penyakit radang usus seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa adalah penyakit umum.
  • Gangguan metabolisme: Asidosis tubular ginjal, cystinuria, dan hiperparatiroidisme adalah penyakit metabolik yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

SEMUA HAL DI ATAS ADALAH FAKTOR RISIKO BATU GINJAL.

 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar batu ginjal keluar?

Beberapa faktor menentukan berapa lama Anda akan menghabiskan waktu untuk menunggu batu ginjal keluar.

Ukuran 

Ukuran batu memiliki dampak yang signifikan terhadap keluarnya batu tersebut secara alami. Batu yang lebih kecil (kurang dari 4 mm) keluar dengan sendirinya sebanyak 80 persen dan membutuhkan waktu rata-rata 31 hari.

Batu berukuran 4-6 mm lebih mungkin memerlukan perawatan, namun sekitar 60% akan keluar secara spontan dan membutuhkan waktu rata-rata sekitar 45 hari 

Batu yang lebih besar dari 6 mm biasanya membutuhkan intervensi medis untuk dikeluarkan. Hanya sekitar 20% yang bisa dikeluarkan secara organik. Mungkin diperlukan waktu hingga satu tahun untuk batu sebesar ini dapat keluar secara spontan.

 

Lokasi 

Sementara ukuran batu adalah penentu yang paling penting apakah batu dapat keluar dengan sendirinya atau tidak, posisi batu di ureter juga penting.

Batu yang berada di ujung ureter dan terhubung ke kandung kemih, lebih cenderung keluar dengan sendirinya daripada batu yang berada di ujung dan terhubung ke ginjal. Menurut penelitian, 79 persen dari batu-batu ini keluar dengan sendirinya.

 

Apakah Bir dapat Menyebabkan Batu Ginjal?

Tidak ada hubungan yang jelas antara minum bir dan batu ginjal. Namun, alkohol dapat menyebabkan dehidrasi, yang telah dikaitkan dengan produksi batu ginjal. Akibatnya, jika Anda memiliki batu ginjal atau sedang berusaha menghindarinya, Anda harus menghindari minum alkohol.

Selain itu, ada faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan:

  • Dehidrasi: Minum alkohol, terutama secara berlebihan, dapat meningkatkan dehidrasi, yang telah dikaitkan dengan produksi batu ginjal.
  • Kenaikan berat badan: Minum alkohol berlebihan menyediakan banyak kalori kosong, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Obesitas dan kelebihan berat badan adalah faktor risiko tambahan untuk batu ginjal. 
  • Asam urat: Purin, yang merupakan bahan penyusun asam urat,, ditemukan dalam minuman beralkohol seperti bir. Purin dapat menyebabkan produksi batu ginjal asam urat, dan bir dapat memperburuk masalah terkait purin yang ada.

Batu ginjal dan bir mungkin tidak terkait secara kausal, tetapi ada beberapa alasan untuk membatasi konsumsi alkohol jika Anda khawatir tentang batu ginjal.

 

Apakah Bir Membantu Mengatasi Batu Ginjal?

2-Kidney-stones-bca49e58-7039-48a0-a947-d5c8a4329948.jpg

Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa minum bir secukupnya dapat membantu mencegah batu ginjal. Alasan ini tidak diketahui, meskipun mungkin karena bir bersifat diuretik, yang berarti membantu mempercepat buang air kecil. Buang air kecil, pada saatnya dapat membantu menghilangkan batu-batu kecil dari ginjal Anda sebelum mereka menjadi lebih besar.

Yang terpenting, setiap orang memiliki konsepsi yang berbeda terhadap arti minum secukupnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan minum secukupnya. Selanjutnya, Anda tidak boleh mulai minum untuk menghindari batu ginjal.

Ketika seorang dokter mengatakan untuk minum secukupnya, artinya tidak lebih dari satu minuman per hari untuk wanita dan dua untuk pria. Ukuran porsi bir akan menjadi sekitar 12 ons atau lima ons anggur.

Meskipun sangat penting untuk minum cukup cairan ketika Anda memiliki batu ginjal, bir bukan pilihan terbaik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa alkohol menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan Anda menahan air dan buang air kecil lebih sedikit, sehingga lebih sulit untuk mengeluarkan batu yang ada.

Bir mengandung kalsium oksalat secara kimia. Batu kalsium oksalat adalah jenis batu ginjal yang paling umum. Bukan berarti bahwa jika berhenti minum bir, Anda tidak akan terkena batu ginjal. Jika Anda khawatir tentang pembentukan batu ginjal, Anda harus mengurangi konsumsi minum bir.

Pertama-tama, meskipun alkohol tidak secara langsung menyebabkan batu ginjal, alkohol dapat meningkatkan risiko. Apakah boleh minum bir jika Anda memiliki batu ginjal? Kemudian, sadari bahwa minum berlebihan menyebabkan dehidrasi, dan dehidrasi adalah penyebab utama pembentukan batu ginjal.

Bir juga dapat meningkatkan jumlah kalori kosong dalam tubuh, yang menyebabkan kenaikan berat badan. Obesitas adalah faktor risiko lain pembentukan batu ginjal. Selain itu, bir mengandung purin, yang menyebabkan jenis batu ginjal tertentu berkembang.

 

Fakta dan Mitos:

Ketika Anda memiliki batu ginjal, sangat penting untuk mengkonsumsi air agar dapat memicu buang air kecil dan mengeluarkan batu. Ada kesalahpahaman umum bahwa minum bir dapat menyebabkan sering buang air kecil, itulah yang menyebabkan bir dianggap dapat mempercepat proses keluarnya batu ginjal melalui urin.

Sebuah penelitian terhadap 190.000 orang paruh baya yang belum pernah mengalami batu ginjal sebelumnya dilakukan selama periode delapan tahun. Pada penelitian tersebut, ditunjukkan bahwa individu yang minum bir secara teratur memiliki peluang 41 persen lebih rendah terkena batu ginjal, melahirkan kepercayaan bahwa bir dapat mencegah batu ginjal.

  1. Bir adalah diuretik, menghasilkan banyak urin, sehingga dapat membantu dalam pengeluaran batu kecil kurang dari 5 mm (batu harus melewati jalan keluar berukuran 3mm!).
  2. Karena menghasilkan banyak urin secara tiba-tiba, jangan coba-coba jika Anda tidak bisa buang air kecil atau sedang kesakitan, hal tersebut akan membuat Anda lebih menderita. Jika ginjal sudah tersumbat dengan batu dan banyak urin diproduksi di ginjal yang tidak dapat dikeluarkan, maka akan menjadi sangat menyakitkan dan Anda mungkin akhirnya muntah, tidak dapat buang air kecil dan tentu saja pusing jika Anda tidak pernah minum alkohol sebelumnya!
  3. Mengonsumsi bir dalam jangka panjang akan membuat Anda dehidrasi, kelebihan oksalat (bir memiliki kandungan oksalat yang tinggi, salah satu komponen utama batu ginjal), dan kelebihan berat badan (bir mengandung kalori yang tinggi)
  4. Obat-obatan tersedia yang berfungsi untuk mengeluarkan batu-batu kecil tentu saja jauh lebih murah dan lebih aman daripada bir! 
  5. Bagaimanapun, bir adalah alkohol, dan membahayakan hati Anda! Terlalu banyak harga yang harus dibayar untuk mengeluarkan batu! 
  6. Jika batu yang tersangkut di ureter harus keluar, akan membutuhkan waktu satu bulan. Jika tidak, apa pun akan Anda coba untuk menghilangkannya. Banyak orang berakhir dengan ginjal yang rusak karena alasan yang benar-benar dapat dicegah dan dapat diobati ini!

 

Pengobatan batu ginjal

3-Kidney-stones-9ce07112-905d-4e8c-86dd-966f13ade80d.jpg

Cara Meluruhkan Batu Ginjal

Meskipun batu ginjal sering terjadi dan dapat muncul kembali, ada teknik mudah untuk membantu menghindarinya. Berikut adalah beberapa teknik yang mungkin berguna:

  1. Minumlah air yang cukup. Menurut meta-analisis Yayasan Ginjal Nasional 2015, mereka yang menghasilkan 2 hingga 2,5 liter kencing setiap hari memiliki kemungkinan 50% lebih kecil untuk terkena batu ginjal daripada mereka yang menghasilkan lebih sedikit. Dibutuhkan sekitar 8 hingga 10 gelas air (kira-kira total sebanyak 2 liter) setiap hari untuk menghasilkan jumlah tersebut.
  2. Hindari makanan tinggi oksalat. Contohnya: bayam, bit, dan almond, dapat meningkatkan kadar oksalat dalam tubuh. Makanan rendah oksalat dalam jumlah sedang, seperti cokelat dan beri, boleh dikonsumsi.
  3. Nikmati beberapa lemon. Sitrat, garam asam sitrat, berikatan dengan kalsium dan membantu dalam pembentukan batu. "Penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi 12 cangkir konsentrat jus lemon yang diencerkan dalam air setiap hari, atau jus dua lemon, akan meningkatkan sitrat urin dan mungkin menurunkan risiko batu ginjal," jelas dr Eisner.
  4. Perhatikan natrium. Karena natirum dapat meningkatkan jumlah kalsium dalam urin Anda, diet tinggi natrium dapat menyebabkan batu ginjal. Pemerintah federal merekomendasikan untuk membatasi total konsumsi garam harian menjadi 2.300 miligram (mg). Jika natrium telah dikaitkan dengan batu ginjal sebelumnya, pertimbangkan untuk membatasi asupan garam harian Anda menjadi 1.500 mg.
  5. Kurangi protein hewani. Mengkonsumsi terlalu banyak protein hewani, seperti daging, telur, dan kerang dapat meningkatkan kadar asam urat. Jika Anda rentan terhadap batu ginjal, batasi konsumsi daging harian Anda tidak lebih dari setumpuk kartu remi.

 

Perawatan Medis Non-Bedah

Dalam keadaan tertentu, obat-obatan atau perawatan non-bedah mungkin diperlukan untuk membantu pengeluaran batu. Berikut ini adalah contoh obat dan perawatan yang umum:

  • Calcium channel blockers umumnya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, tetapi golongan obat ini juga dapat digunakan untuk membantu membersihkan batu ginjal. Obat ini dapat menjaga ureter dari kejang, yang mengurangi rasa sakit. Selain itu, dapat membantu memperluas ureter yang memungkinkan batu untuk keluar lebih mudah.
  • Alpha-blocker adalah obat yang merelaksasi otot ureter. Hal ini dapat membantu jalannya batu. Relaksasi otot juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kejang ureter.
  • Lithotripsy. Lithotripsy adalah proses non-bedah yang melibatkan penggunaan gelombang suara berenergi tinggi (juga dikenal sebagai gelombang kejut) untuk memecah batu. Gelombang di arahkan pada area ginjal dan mengalir melalui tubuh Anda. Fragmen dapat melakukan perjalanan lebih mudah setelah batu telah dipecah. Setelah lithotripsy, Anda mungkin dirawat di rumah sakit selama satu atau dua hari.

 

Operasi batu ginjal

Jika Anda menduga memiliki batu ginjal, konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin. Dokter dapat memberi tahu Anda apakah Anda harus mencoba mengeluarkan batu secara alami, minum obat, atau mengangkat batu melalui pembedahan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin menyarankan operasi pengangkatan cepat tanpa waktu tunggu. Hal ini sering disebabkan oleh batu yang terlalu besar untuk dikeluarkan secara alami (lebih besar dari 6 mm) atau menghalangi aliran urin. Jika batu menghalangi perjalanan urin, itu dapat menyebabkan infeksi atau kerusakan ginjal.

Dalam kasus lain, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menunggu dan melihat apakah Anda dapat mengeluarkan batu sendiri. Selama periode ini, Anda harus sering berkonsultasi dengan dokter untuk melihat apakah ada perubahan, terutama jika Anda mengalami gejala baru.

Selama waktu tunggu, dokter mungkin menyarankan operasi jika batu terus tumbuh, Anda merasakan sakit yang luar biasa, atau Anda mengalami indikasi infeksi, seperti demam. Infeksi, demam, kerusakan ginjal, nyeri yang tak tertahankan (sulit dikendalikan), atau muntah yang tak tertahankan adalah tanda-tanda bahwa operasi harus segera dilakukan.

 

Pencegahan Batu Ginjal

Metode terbaik untuk menghindari batu ginjal yang disebabkan oleh alkohol adalah minum secukupnya, yang berarti tidak lebih dari satu minuman per hari untuk wanita dan dua minuman per hari untuk pria. Selain itu, sangat penting untuk tetap terhidrasi dan menghindari dehidrasi. Namun, jika dokter menyatakan bahwa batu ginjal Anda disebabkan oleh asam urat, Anda harus menghindari alkohol sepenuhnya.

 

Bisakah Anda Meninggal karena Batu Ginjal?

Jika batu ginjal tidak ditangani, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti hipertensi dan laju filtrasi yang lebih rendah (laju filtrasi glomerulus), yang merupakan proses menghilangkan cukup limbah dan cairan dari tubuh untuk membuat Anda tetap sehat. Meskipun jarang, gagal ginjal adalah konsekuensi dari penurunan laju filtrasi yang dapat mengancam jiwa dari waktu ke waktu.

Para ahli sangat menyarankan untuk mengurangi atau menghentikan produksi batu adalah dengan mengatasi masalah kesehatan lain yang menyebabkan pembentukan batu, seperti tekanan darah tinggi.

 

Masalah Ginjal Lain yang Berhubungan dengan Alkohol

Ginjal sangat penting untuk kesehatan umum tubuh manusia, bertindak sebagai mekanisme penyaringan untuk bahan kimia berbahaya atau beracun yang memasuki aliran darah Anda. Ketika seseorang mengonsumsi alkohol secara berlebihan, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah tubuh, memberikan tekanan berlebihan pada ginjal.

Efek dehidrasi alkohol mungkin memiliki pengaruh berbahaya pada sel dan proses organ tubuh Anda. Selain itu, alkohol dalam tubuh dapat mempengaruhi hormon yang berkontribusi terhadap fungsi ginjal yang tepat.

Minum alkohol secara rutin dalam jangka waktu lama telah terbukti menggandakan kemungkinan terkena penyakit ginjal kronis. Mereka yang merokok dan minum alkohol secara ekstensif kira-kira lima kali lebih mungkin untuk terkena penyakit ginjal daripada mereka yang hanya minum berlebihan.

 

Kesimpulan

Konsumsi dalam jumlah sedang hanya akan bermanfaat dalam hal pencegahan. Ini pada dasarnya adalah strategi mitigasi risiko. Namun, jika Anda merupakan peminum berat, bir dapat meningkatkan peluang Anda terkena batu ginjal.

Tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk membuat mereka hancur lebih cepat.. Ini adalah proses bertahap yang tidak akan terjadi dalam satu detik. Jika Anda memiliki batu di ureter, perlu waktu lebih dari sebulan untuk membersihkannya, dan alkohol tidak akan membantu. Jika tidak berubah setelah sebulan, Anda mungkin tidak punya pilihan selain menghilangkannya.

Kesimpulan dasarnya adalah bahwa bir bermanfaat untuk batu ginjal yang berukuran lebih kecil dari 5mm karena memepercepat buang air kecil. Namun mungkin juga tidak, karena bir mengandung alkohol, penggunaan yang berkepanjangan dan berlebihan akan lebih menyakitkan daripada mengobati. Banyak obat yang lebih aman dan bahkan lebih murah daripada bir dalam membantu Anda melarutkan atau mengeluarkan batu tanpa perlu operasi.

Jadi, sebelum Anda mulai minum atau mengkonsumsi alkohol jenis apa pun, dapatkan pendapat medis terlebih dahulu. Selain itu, ingatlah bahwa minum bir secukupnya akan bermanfaat, meskipun ini tidak diperlukan.

Dengan semua kemajuan dalam ilmu kedokteran, manajemen nyeri dan pengangkatan batu menjadi lebih terjangkau. Bir dapat membantu mengurangi risiko jika diminum secukupnya, tetapi juga memiliki efek yang sangat merugikan pada ginjal dan organ tubih penting lainnya.

Artikel

Artikel Lainnya