Infeksi Jamur - Semua yang perlu Anda ketahui

Tanggal terakhir diperbarui: 12-Jul-2022

12 menit membaca

Infeksi jamur juga dapat disebut sebagai kandidiasis. Ini adalah infeksi yang menyebar luas yang disebabkan oleh Candida Albicans, suatu bentuk jamur. Infeksi jamur biasa terjadi di area tubuh yang hangat dan lembab, termasuk mulut, usus, vagina, tenggorokan, dan bagian kulit yang basah.

 

Candida biasanya tidak menimbulkan masalah. Faktanya, Candida seharusnya hidup di dalam tubuh. Di sisi lain, tubuh secara aktif bekerja untuk menyeimbangkan jamur tersebut. Jika condong ke satu arah atau arah lainnya, Anda bisa terkena penyakit. Ketika Candida lepas kendali, Anda mungkin akan mengalami sejumlah masalah. Sariawan terjadi karena banyaknya jamur di mulut. Jika terbentuk di vagina, maka hal itu disebut infeksi jamur vagina.

 

 

Kategori Infeksi Jamur

Sariawan (Kandidiasis Orofaringeal):

 

Sariawan adalah infeksi yang terjadi jika jamur Candida menyebar di tenggorokan dan mulut. Kondisi ini lebih sering terjadi di antara para orang tua, bayi yang baru lahir, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang bermasalah. Selain itu, orang dewasa lebih cenderung menderita sariawan jika mereka;

  • Sedang menjalani perawatan kanker

  • Meminum obat seperti kortikosteroid atau antibiotik spektrum lebar

  • Menderita diabetes

  • Memakai gigi palsu

 

Sariawan mungkin tidak memicu gejala apa pun pada tahap awal. Namun, ketika infeksi semakin mengganas, Anda mungkin mengalami satu atau lebih tanda dan gejala berikut;

  • Benjolan yang berwarna putih atau kuning di sekitar lidah bagian dalam, pipi, bibir, amandel, atau gusi

  • Jika benjolan infeksi jamur tergores, Anda mungkin mengalami beberapa pendarahan

  • Sensasi terbakar dan rasa sakit di mulut

  • Perasaan seperti ada kapas di mulut

  • Kulit retak dan kering di sekitar sudut mulut

  • Kesulitan menelan

  • Memiliki rasa tidak enak di mulut

  • Kehilangan rasa

 

Sariawan juga dapat mempengaruhi kerongkongan dalam kasus-kasus tertentu, meskipun ini jarang terjadi. Jamur serupa yang terkait dengan sariawan oral juga dapat menyebabkan infeksi jamur di tempat lain dalam tubuh.

Infeksi jamur menular ke individu yang berisiko lebih tinggi. Ini termasuk orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang bermasalah atau mereka yang menggunakan obat-obatan tertentu. Sangat jarang infeksi menular saat berciuman atau hubungan intim lainnya pada individu yang sehat. Sariawan tidak sering menular dalam sebagian besar situasi, tetapi masih dapat disebarkan.

 

Jika Anda khawatir tertular sariawan dari seseorang dengan infeksi, Anda harus menahan diri untuk tidak terkena air liur mereka. Ketika Anda berada di dekat seseorang dengan sariawan, disarankan untuk mencuci tangan sesering mungkin.

 

 

Infeksi jamur genital atau kandidiasis genital:


 

Sekitar 3 dari setiap empat wanita dewasa akan mengembangkan infeksi jamur pada titik mana pun dalam hidup mereka. Ini terjadi jika ada begitu banyak jamur yang tumbuh di dalam vagina. Infeksi jamur genital dapat terjadi pada pria juga, tetapi mereka sangat jarang ditemui.

Infeksi jamur biasanya terjadi saat keseimbangan vagina bergeser. Diabetes, kehamilan, penggunaan obat-obatan tertentu, spermisida, pelumas, atau sistem kekebalan tubuh yang bermasalh bisa menjadi penyebab munculnya infeksi jamur di daerah genital. Infeksi kadang-kadang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain saat berhubungan intim.

Infeksi jamur vagina atau genital dapat dikaitkan dengan beberapa tanda dan gejala. Di antaranya adalah;

  • Sensasi gatal di sekitar area vagina dan vulvar.

  • Keputihan yang tebal dan menggumpal.

  • Pembengkakan dan kemerahan pada vulva dan vagina.

  • Retakan kecil dan luka kecil pada kulit di sekitar vulva karena kulit yang rapuh di daerah tersebut.

  • Sensasi terbakar karena infeksi jamur, terutama saat buang air kecil

  • Rasa sakit saat berhubungan seksual dapat dikaitkan dengan infeksi jamur vagina dalam kasus-kasus tertentu.

 

Kandidiasis invasif:

Jamur Candida dapat menyebar hingga ke jantung, mata, darah, tulang, dan otak jika mencapai aliran darah. Hal ini dapat terjadi melalui instrumen atau perangkat medis, yang mengakibatkan infeksi fatal yang parah.

Kasus ini biasanya terjadi pada pasien yang telah dirawat di rumah sakit atau yang tinggal di lembaga perawatan kesehatan, seperti panti jompo. Anda lebih cenderung memiliki kandidiasis invasif, terutama jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang bermasalah, diabetes, penyakit ginjal, atau mengkonsumsi antibiotik.

Demam dan menggigil adalah salah satu tanda dan gejala kandidiasis invasif. Sementara seseorang dengan infeksi ini kemungkinan akan sakit karena penyakit lain, sehingga sulit untuk didiagnosis.

 

Ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur:

Ruam popok biasanya terjadi karena membiarkan popok basah atau kotor pada bayi untuk jangka waktu yang lama. Ketika kulit anak teriritasi, infeksi menjadi lebih mungkin terjadi. Jika ruam popok berlanjut, periksa pantat mereka dan periksa apakah sensitif dan merah. Lihat juga apakah ada garis merah yang meninggi pada luka. Jika ini masalahnya, lakukan tes dokter anak untuk kandidiasis.

Secara keseluruhan, cara terbaik untuk menghindari kandidiasis dan ruam popok adalah dengan menjaga bagian bawah anak tetap bersih dan kering setiap saat.

 

Bagaimana Infeksi Jamur Dapat Terjadi?

Infeksi jamur dapat terjadi karena beberapa alasan. Sebagai hasil dari fluktuasi hormon, beberapa wanita mengembangkannya selama periode menstruasi atau ketika hamil. Beberapa pil KB juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena infeksi jamur ini.

Candida (jamur) adalah bentuk jamur yang dapat bertahan hidup hampir di semua tempat. Biasanya ada dalam tubuh; namun, sistem kekebalan tubuh mencegahnya menyebar di luar kendali. Infeksi terjadi saat jamur berkembang biak di dalam vagina.

Infeksi jamur dapat terjadi karena sesuatu yang mengganggu keseimbangan alami antara jamur dan bakteri di vagina. Misalnya antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri berbahaya, juga dapat menghancurkan bakteri lactobacillus. Ini adalah bakteri baik yang ditemukan di vagina yang mencegah jamur menyebar.

Infeksi jamur dapat diperburuk karena kondisi yang merusak sistem kekebalan tubuh, termasuk penyakit menular seksual. Wanita dengan diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol juga memiliki resiko yang tinggi. Ini karena peningkatan kadar gula dapat merangsang pertumbuhan jamur.

Infeksi jamur kadang-kadang dapat terjadi di skrotum dan penis juga, meskipun kasus ini lebih jarang ditemui. Mereka dapat menyebabkan peradangan dan kemerahan di sekitar penis atau skrotum.

Biasanya, infeksi jamur bukanlah penyakit menular seksual. Mereka tidak menular dan tidak dapat dipindahkan dari satu orang ke orang lain selama hubungan intim. Namun, hubungan seksual kadang-kadang dapat menyebabkan munculnya infeksi jamur. Ini karena senyawa kimia di tubuh dapat memberikan respon negatif terhadap jamur atau bakteri genital alami milik orang lain, menyebabkan jamur berkembang.

 

Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter

Anda harus segera menemui dokter jika;

  • Anda mengalami tanda-tanda dan gejala infeksi jamur untuk pertama kalinya

  • Anda tidak yakin apakah Anda memiliki infeksi jamur.

  • Gejalanya tidak membaik setelah menggunakan krim dan supositoria vagina antijamur yang dijual bebas.

  • Tanda dan gejala lain muncul.

 

Faktor Risiko Infeksi Jamur

Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan kemungkinan Anda tertular infeksi jamur;

Penggunaan antibiotik: Infeksi jamur tersebar luas pada pengguna wanita antibiotik yang sering. Antibiotik spektrum luas yang membunuh berbagai macam bakteri sering kali juga membunuh bakteri baik di vagina Anda, mengakibatkan pertumbuhan jamur secara berlebih.

 

Kadar estrogen tinggi: Dalam banyak kasus, infeksi jamur lebih lazim pada wanita yang memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi. Ini termasuk ibu hamil atau wanita yang menggunakan obat kontrasepsi estrogen dosis tinggi atau pengobatan hormon estrogen.

 

Diabetes yang tidak terkontrol: Kebanyakan wanita yang memiliki gula darah yang tidak terkontrol dengan baik memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena infeksi jamur, tidak seperti wanita yang memiliki gula darah yang terkontrol dengan baik.

 

Disfungsi sistem kekebalan tubuh: Wanita, yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk karena injeksi kortikosteroid dan infeksi HIV, kemungkinan besar mengembangkan infeksi jamur.

 

 

Diagnosis Infeksi Jamur

 

Untuk secara efektif mendiagnosis infeksi jamur, dokter kandungan atau tenaga medis dapat;

  • Menanyakan tentang riwayat medis umum Anda. Biasanya melibatkan beberapa pertanyaan dengan tujuan memperoleh informasi yang diperlukan terkait infeksi jamur sebelumnya dan IMS apapun.

  • Melakukan pemeriksaan pinggul. Selama diagnosis, dokter akan menilai area genital eksternal untuk melihat tanda infeksi jamur. Setelah itu, dokter dapat memasukkan perangkat yang dikenal sebagai spekulum ke dalam vagina untuk menjaga dinding tetap terbuka selama pemeriksaan leher rahim dan vagina. Leher rahim adalah daerah rahim yang lebih rendah dan sempit.

  • Menguji sekresi vagina. Jika diperlukan, dokter dapat mengambil sampel cairan sekresi vagina untuk menganalisis jenis jamur, yang selanjutnya mungkin dapat memicu infeksi. Menentukan jenis jamur memungkinkan dokter untuk meresepkan bentuk pengobatan atau perawatan yang tepat untuk infeksi jamur berulang.

 

 

Pengobatan / Perawatan Terhadap Infeksi Jamur

 

Perawatan infeksi jamur biasanya tergantung pada jenis dan sifat infeksi, apakah itu infeksi yang tidak rumit atau kompleks.

 

Untuk infeksi jamur yang tidak rumit, pengobatan melibatkan dua pendekatan, termasuk terapi oral dan perawatan vagina alami. Rangkaian singkat terapi vagina biasanya tepat untuk mengatasi infeksi jamur yang tidak kompleks.

 

Obat alternatif untuk infeksi jamur atau pengobatan infeksi jamur dapat dilakukan dengan memberikan obat bebas termasuk butoconazole (Gynazole-1), clotrimazole (Gyne-Lotrimin), miconazole (Monistat 3), dan terconazole (Terazol 3). Selain itu, Clotrimazole, Monistat 3, dan terciflunomide jgua dapat dibeli secara online.

 

Di sisi lain, flukonazol dan antijamur oral dapat berguna dalam dosis tunggal.

 

Infeksi jamur kompleks;

 

Perawatan untuk infeksi jamur yang kompleks akan membutuhkan perawatan vagina jangka panjang atau formula oral multi-dosis. Obat untuk perawatan dapat disarankan. Obat-obatan tersebut digunakan setiap hari untuk menjaga agar tidak muncul kondisi berulang.

 

Terapi vagina jangka panjang terdiri dari 7 hingga 14 hari perawatan komprehensif menggunakan tablet, krim vagina, supositoria infeksi jamur, atau salep. Daripada perawatan vagina secara langsung, dua atau tiga dosis flukonazol oral dapat diresepkan pada waktu tertentu. Ketika gejalanya serius, dokter dapat merekomendasikan steroid topikal selama beberapa hari untuk membantu meringankan gejala sampai pengobatan antijamur bekerja secara efektif.

 

Sebelum mengkonsumsi antijamur, pastikan infeksi jamur menyebabkan tanda atau gejalanya. Ini karena penggunaan antijamur secara berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan resistensi terhadap jamur. Hal ini berarti obat tersebut tidak dapat lagi berfungsi di dalam tubuh seperti yang dibutuhkan pada kemudian hari..

 

Ketika resep perawatan diperlukan, mereka harus dimulai setelah salah satu bentuk perawatan di atas selesai. Itu mungkin terdiri dari terapi flukonazol oral mingguan selama enam bulan atau pengobatan klotrimazol vagina mingguan.

 

Jika pasangan seksual Anda menunjukkan gejala infeksi jamur, mereka harus mendapatkan perawatan juga. Dalam kasus seperti itu, sering disarankan untuk menggunakan kondom.

 

 

Mencegah Infeksi Jamur

 

Meskipun tidak ada cara yang pasti untuk menghindari infeksi Candida, beberapa perilaku akan mengurangi kemungkinan tertular infeksi jamur vagina. Dalam kebanyakan kasus, wanita yang berisiko diwajibkan untuk:

 

  • Menahan diri untuk mandi

  • Menghindari penggunaan deodoran feminin, tampon, atau bantalan deodoran

  • Melapisi pakaian dalam yang dibuat dari katun atau serat alami lainnya

  • Memakai celana panjang dan rok yang sedikit longgar dan pas

  • Membersihkan pakaian dalam di bawah suhu ekstrem

  • Menahan diri untuk tidak mengenakan pakaian dalam atau pantyhose yang ketat.

  • Mengkonsumsi diet seimbang dan beragam

  • Mengganti pakaian basah, seperti pakaian renang, sesegera mungkin.

  • Menghindari pemandian air panas dan hot tub jika memungkinkan.

 

Tenaga medis dapat merekomendasikan probiotik, baik oral atau intravaginal, untuk wanita dengan lebih dari tiga infeksi per tahun. Juga, jika Anda memperhatikan atau mencurigai gejala dan tanda infeksi jamur, segera bicarakan dengan dokter mengenai diagnosis yang tepat.

 

 

Komplikasi Infeksi Jamur

 

Anda mungkin terkena komplikasi infeksi jamur jika Anda mengalami hal-hal berikut;

 

  • Tanda dan gejala ekstrem, termasuk kemerahan yang meluas, gatal, dan bengkak yang menyebabkan retakan, robekan, dan luka.

  • Mengalami sekitar empat atau bahkan lebih infeksi jamur dalam satu tahun

  • Infeksi yang terjadi karena bentuk jamur yang kurang umum.

  • Hamil

  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu karena obat-obatan tertentu atau kondisi kesehatan seperti infeksi HIV

  • Diabetes yang tidak terkontrol

 

 

Apakah Infeksi Jamur Dapat Menular?

 

Meskipun infeksi jamur tidak diklasifikasikan sebagai infeksi menular seksual (IMS), mereka masih dapat menular. Infeksi jamur dapat ditularkan melalui seks oral dan vaginal. Selain itu, infeksi jamur dapat menyebar melalui sextoy atau mencium seseorang yang menderita sariawan.

 

Anak mungkin mendapatkan ruam popok jamur selama persalinan jika ibu memiliki infeksi jamur vagina saat melahirkan. Di sisi lain, jika Anda memiliki pertumbuhan Candida yang berlebih di area sekitar payudara, Anda bisa menularkan penyakit ini ke mulut anak saat menyusui.

 

Meskipun infeksi jamur dapat menyebar dari satu orang ke orang lain, infeksi ini tidak menular dengan cara yang sama seperti gangguan lain. Oleh karena itu, Anda tidak akan mengembangkan infeksi melalui udara atau dari mandi bersama dengan seseorang yang memilikinya.

 

 

Infeksi Jamur pada Pria

Infeksi jamur pada pria dapat berkembang dan mempengaruhi penis. Ketika ini terjadi, kondisi ini disebut sebagai infeksi jamur penis. Candida ditemukan di semua tubuh, tidak hanya pada tubuh wanita. Infeksi jamur dapat terjadi akibat pertumbuhan berlebih dari jamur ini. Karena kelembapan dan lipatan kulit, area selangkangan sangat rentan terhadap pertumbuhan Candida yang berlebih.

 

 

Infeksi Jamur pada Wanita

Infeksi jamur pada wanita sangat lazim. Menurut penelitian, tiga dari empat wanita kemungkinan memiliki lebih dari 2 infeksi jamur vagina sepanjang hidup mereka. Meskipun terjadi secara luas, penting untuk mengobati infeksi jamur vagina sesegera mungkin. Anda tidak hanya akan dapat meredakan gejala yang tidak menyenangkan, tetapi Anda juga akan dapat meminimalkan kemungkinan penyebaran penyakit dalam tubuh.

 

 

Infeksi Jamur pada Bayi

 

Infeksi jamur biasanya berkaitan dengan infeksi vagina, tetapi mereka juga dapat mempengaruhi bayi. Ruam popok adalah infeksi jamur yang paling umum terjadi pada bayi. Meskipun demikian, tidak semua ruam popok disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan.

 

Terkadang, kulit bayi Anda sangat merah dan mengandung bintik-bintik di sekitar popok atau daerah selangkangan bahkan setelah mengoleskan krim ruam popok. Dengan ini, Anda mungkin dapat menentukan apakah gangguannya lebih dari ruam popok umum. Dalam kasus lain, infeksi jamur dapat terjadi pada lipatan kulit lainnya, termasuk di bawah ketiak.

 

Untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, dokter anak kemungkinan besar akan merekomendasikan krim antijamur topikal. Jika anak memiliki sariawan oral atau infeksi jamur di mulut, obat oral mungkin diperlukan. Meskipun ruam infeksi jamur pada bayi biasanya tidak berbahaya, mereka dapat mengakibatkan kondisi yang lebih parah jika tidak segera diobati.

 

 

Infeksi Jamur dan Hubungan Seksual

 

Infeksi jamur bukanlah infeksi menular seksual. Namun, ada kemungkinan untuk mendapatkan infeksi setelah terlibat dalam hubungan seksual. Hal ini disebabkan karena hubungan seksual dapat mengganggu keseimbangan Candida dalam wilayah vagina. Bakteri dapat ditularkan melalui hubungan intim vaginal dan jari-jari serta sextoy.

 

Melakukan hubungan intim vaginal dengan pasangan yang mengidap infeksi jamur penis adalah risiko lain. Dimungkinkan juga bagi seorang pria untuk mendapatkan infeksi jamur penis dari pasangan wanita yang mengidap infeksi jamur vagina. Selain itu, bakteri di mulut, area vagina, serta daerah penis dapat terganggu karena kegiatan seks oral.

 

Kemungkinan juga bahwa infeksi jamur setelah berhubungan seks tidak terkait dengan gejala lain. Hubungan seksual hanyalah salah satu faktor risiko yang mendasari infeksi jamur.

 

 

Infeksi jamur dan infeksi saluran kemih (ISK)

 

UTI adalah salah satu infeksi umum yang mempengaruhi sebagian besar wanita. Meskipun mungkin untuk mendapatkan satu atau kedua penyakit ini pada saat yang bersamaan, infeksi jamur dan ISK adalah dua gangguan yang berbeda.

 

Infeksi saluran kemih adalah infeksi bakteri yang berkembang dalam sistem kemih. Uretra, kandung kemih, dan ginjal adalah bagian dari struktur yang rumit ini. ISK juga dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk hubungan intim, IMS, dan gagal buang air kecil secara teratur.

 

Tanda dan gejala ISK berbeda dari infeksi jamur. Meskipun tidak ada keputihan infeksi jamur yang terlihat, Anda dapat melihat sedikit darah dalam urin. Selain buang air kecil yang teratur, ISK dapat memicu rasa nyeri pada panggul dan perut.

 

ISK dapat menyebabkan masalah ginjal yang parah jika tidak segera diobati. Antibiotik harus didapatkan dari dokter. Selain itu, tanyakan kepada dokter tentang perbedaan antara infeksi jamur dan infeksi saluran kemih.

 

 

Infeksi Jamur dan Periode Menstruasi

 

Mengalami infeksi jamur dan periode menstruasi pada saat yang sama mungkin akan terasa seperti ledakan rasa sakit. Kondisi ini dapat terjadi, meskipun cukup langka. Infeksi jamur biasanya terjadi pada wanita di hari-hari terakhir mereka menjelang menstruasi.

 

Fluktuasi hormon diyakini menjadi alasan infeksi jamur sebelum periode menstruasi Anda. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan bakteri baik di dalam vagina.

 

Jika Anda memiliki cairan putih atau kuning sekitar seminggu sebelum siklus menstruasi Anda, hal tersebut tidak selalu disebabkan karena infeksi jamur. Yang penting adalah apakah Anda memiliki tanda-tanda yang berbeda seperti kemerahan, gatal- gatal, atau rasa terbakar.

 

Meskipun mungkin tidak nyaman, pengobatan dini akan membantu membersihkan infeksi jamur sebelum periode berikutnya. Konsultasikan dengan dokter jika tanda-tanda infeksi jamur Anda tetap ada setelah siklus selesai. Anda juga dapat segera menemui dokter jika Anda terus mendapatkan infeksi jamur sebelum periode menstruasi setiap bulan.

 

 

Infeksi Jamur selama masa Kehamilan

 

Karena perubahan hormon yang terjadi sepanjang masa kehamilan, infeksi jamur sangatlah normal. Jika Anda hamil dan berpikir bahwa Anda memiliki infeksi jamur, Anda harus berkonsultasi dengan dokter dan menerima diagnosis yang tepat.

 

Infeksi jamur pada masa kehamilan belum tentu diperlakukan sama seperti pada wanita yang tidak hamil. Karena potensi risiko cacat bawaan, Anda mungkin tidak dapat mengkonsumsi obat antijamur oral. Dokter sering merekomendasikan menggunakan antijamur topikal selama masa kehamilan.

 

Meskipun infeksi jamur tidak akan membahayakan nyawa bayi, jamur Candida dapat ditularkan saat proses kelahiran Oleh karena itu, bayi dapat mengalami ruam popok atau sariawan sebagai akibatnya. Karena ini, sangatlah penting untuk mengobati infeksi jamur sesegera mungkin, terutama jika Anda sedang hamil, untuk menghindari munculnya komplikasi.

 

 

Intinya

 

Infeksi jamur terjadi di bagian tubuh mana pun karena adanya pertumbuhan jamur secara berlebih. Ini adalah infeksi yang menyebar luas yang disebabkan oleh jamur Candida Albicans. Infeksi jamur dapat berkembang di daerah mulut, area vagina, ketiak, dan bagian kulit lembab lainnya.

 

Umumnya, infeksi jamur adalah hal yang normal, tetapi perawatan tepat waktu dapat membantu meringankan gejala yang tidak menyenangkan dalam waktu singkat. Anda juga dapat menghindari kondisi potensial dengan mengidentifikasi faktor risiko Anda. Jika Anda memiliki infeksi jamur berulang yang berlangsung lebih dari dua bulan, segera temui dokter Anda.

Artikel

Artikel Lainnya