Autisme

Tanggal Pembaruan Terakhir: 13-Jun-2023

Ditulis Awalnya dalam Bahasa Inggris

Autisme

Autisme, sering juga dikenal sebagai gangguan spektrum autisme (GSA), adalah penyakit kompleks yang ditandai dengan masalah komunikasi dan perilaku. Penyakit ini dapat muncul dalam berbagai gejala serta kemampuan atau keterampilan. Selain itu, dapat berupa masalah kecil atau kondisi yang parah yang membutuhkan perawatan dan perhatian penuh waktu di fasilitas pediatri.

Komunikasi seringkali sulit bagi anak-anak dengan autisme. Beberapa memiliki kesulitan memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain. Hal ini membuat sulit untuk berkomunikasi, baik melalui kata-kata, gerakan, sentuhan, maupun ekspresi wajah.

Selain itu, pasien dengan autisme mungkin mengalami kesulitan belajar, dan kemampuan mereka mungkin berkembang secara tidak teratur. Sebagai contoh, seseorang mungkin mengalami kesulitan dalam berkomunikasi namun sangat pandai dalam seni, musik, aritmatika, atau bahkan daya ingat. Akibatnya, mereka mungkin menunjukkan performa yang lebih baik dalam tes analitis atau pemecahan masalah. Saat ini, diagnosis autisme semakin meningkat jumlahnya.

 

Tanda dan Gejala Autisme

Gejala autisme biasanya muncul antara usia 12 dan 24 bulan pada masa kanak-kanak dini. Namun, gejala ini juga dapat muncul lebih awal atau lebih lambat. Keterlambatan yang signifikan dalam perkembangan sosial atau bahasa bisa menjadi salah satu tanda awal.

Gejala autisme dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori: masalah dalam komunikasi dan interaksi sosial, serta perilaku atau tindakan yang terbatas atau berulang.

Masalah dalam komunikasi dan interaksi sosial meliputi hal-hal berikut:

  • Kesulitan berkomunikasi, seperti kesulitan dalam mengungkapkan emosi, minat, atau menjalankan dialog dua arah.
  • Masalah dalam komunikasi nonverbal, termasuk kesulitan dalam mempertahankan kontak mata atau membaca bahasa tubuh.
  • Kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan.

Berikut adalah gejala dari pola perilaku atau aktivitas yang terbatas atau berulang:

  • Tindakan, gerakan, atau pola bicara yang berulang.
  • Kepatuhan yang ketat terhadap serangkaian rutinitas atau perilaku.
  • Perubahan sensitivitas terhadap informasi sensorik tertentu dari lingkungan, termasuk respons negatif terhadap suara tertentu.
  • Pemikiran atau minat yang sangat terfokus.

 

Penyebab Autisme

Penyebab Autisme

Tidak ada satu penyebab tunggal untuk gangguan spektrum autisme. Kemungkinan ada beberapa penyebab, terutama mengingat kompleksitas gangguan ini dan variasi gejala serta tingkat keparahannya. Genetika dan lingkungan mungkin berperan penting.

  • Genetika

Gangguan autisme diduga disebabkan oleh sejumlah gen. Ini dapat terkait dengan kondisi genetik, seperti sindrom X rapuh atau sindrom Rett pada anak-anak lain. Di sisi lain, variasi genetik (mutasi) cenderung meningkatkan kemungkinan autisme pada beberapa anak.

Gen lainnya dapat mempengaruhi pertumbuhan otak atau komunikasi antara sel-sel otak. Mereka juga dapat memengaruhi tingkat keparahan gejala yang terkait. Sementara beberapa mutasi genetik tampaknya diwariskan, yang lain terjadi secara kebetulan.

  • Aspek lingkungan

Saat ini, peneliti masih menyelidiki apakah infeksi virus, obat-obatan, atau masalah kehamilan, serta polusi udara, berperan dalam timbulnya gangguan spektrum autisme.

 

Faktor Risiko Autisme

Autisme semakin umum terjadi pada anak-anak. Belum jelas apakah hal ini disebabkan oleh peningkatan diagnosis dan pelaporan dini, peningkatan sebenarnya dalam jumlah kasus, atau keduanya.

Semua anak, tanpa memandang ras dan asal, dapat terkena kondisi autisme. Namun, ada beberapa faktor yang cenderung meningkatkan risiko pada anak. Beberapa faktor yang mungkin berperan antara lain:

  • Riwayat keluarga: Pada keluarga di mana satu anak didiagnosis dengan autisme, kemungkinan anak lain juga didiagnosis tinggi. Selain itu, cukup jarang bagi orang tua atau anggota keluarga lain yang memiliki autisme untuk memiliki sedikit kesulitan dalam berkomunikasi dan keterampilan sosial.
  • Jenis kelamin anak: Pada umumnya, anak laki-laki empat kali lebih mungkin daripada anak perempuan untuk memiliki kondisi autisme.
  • Kondisi kesehatan lainnya: Autisme atau gejala terkait autisme lebih umum pada anak-anak dengan gangguan medis tertentu. Beberapa kondisi medis tersebut adalah sindrom X rapuh, yang merupakan penyakit turunan yang menyebabkan masalah intelektual, dan tuberous sclerosis, kondisi di mana tumor jinak terbentuk dalam otak. Sindrom Rett adalah kelainan genetik lain yang meningkatkan risiko autisme pada anak perempuan.
  • Bayi lahir prematur: Gangguan autisme lebih mungkin terjadi pada bayi yang lahir sebelum 26 minggu kehamilan.
  • Usia orang tua: Mungkin ada hubungan antara gangguan autisme dan anak-anak yang lahir dari orang tua yang lebih tua. Namun, diperlukan penelitian tambahan untuk mengonfirmasi hal ini.

Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan autisme meliputi:

  • Mutasi gen
  • Berat lahir yang relatif rendah
  • Ketidakseimbangan metabolisme
  • Paparan logam berat dan toksin di lingkungan
  • Riwayat infeksi virus sebelumnya
  • Paparan asam valproat (Depakene) dan talidomida (Thalomid) selama kehamilan.

 

Diagnosis Autisme

Selama pemeriksaan rutin, dokter anak akan memeriksa tanda-tanda atau gejala keterlambatan perkembangan. Jika anak menunjukkan tanda-tanda kelainan autisme, pengasuh utama dapat merujuknya ke seorang spesialis autisme untuk evaluasi lebih lanjut. Spesialis tersebut dapat berupa dokter saraf anak, psikiater anak atau psikolog, atau dokter anak perkembangan.

Dalam kebanyakan kasus, membuat diagnosis autisme dapat sulit karena adanya beragam gejala dan tingkat keparahan yang luas. Tidak ada tes medis yang pasti yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi tersebut. Namun, seorang spesialis dapat melakukan hal-hal berikut untuk membuat diagnosis:

  • Mengamati dan memeriksa anak sambil menanyakan bagaimana kemampuan komunikasinya, interaksi sosial, dan perilakunya berkembang seiring waktu.
  • Melakukan tes bicara, pendengaran, dan bahasa, serta penilaian tingkat perkembangan dan masalah perilaku dan sosial.
  • Memberikan anak kesempatan untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial secara terstruktur untuk diamati dan dinilai penampilannya.
  • Menggunakan prinsip dari Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5) sebagai panduan.
  • Berkonsultasi dengan spesialis autisme lainnya dalam membuat diagnosis.
  • Untuk mengetahui apakah anak menderita penyakit genetik seperti sindrom Rett atau sindrom X rapuh, dokter anak dapat menyarankan evaluasi genetik.

 

Pilihan Pengobatan Autisme

Pilihan Pengobatan Autisme

Tidak ada obat yang tepat untuk autisme, dan tidak ada satu jenis pengobatan yang cocok untuk semua orang. Tujuan dari pengobatan yang tersedia adalah meningkatkan kemampuan anak untuk berfungsi. Hal ini dicapai dengan mengurangi gejala gangguan dan mendorong pembelajaran dan pertumbuhan.

Intervensi yang tepat pada tahun-tahun prasekolah anak dapat membantu perkembangan keterampilan penting. Keterampilan tersebut meliputi keterampilan komunikasi, sosial, perilaku, dan fungsional.

Jika anak Anda telah didiagnosis dengan autisme, carilah saran dari para profesional untuk mengembangkan rencana pengobatan. Selain itu, bentuklah tim profesional untuk membantu memenuhi kebutuhan anak Anda.

Beberapa pilihan pengobatan autisme yang tersedia meliputi:

  • Terapi perilaku dan bicara

Banyak program yang fokus pada masalah sosial, perilaku, dan bahasa yang umum terjadi pada anak-anak dengan autisme. Program-program lain menekankan pada pengurangan perilaku yang menantang dan penguasaan keterampilan baru. Beberapa juga mengajarkan anak-anak tentang cara berperilaku dalam situasi sosial atau bagaimana berkomunikasi secara lebih efektif dengan orang lain.

  • Terapi edukatif

Program-program edukatif yang terstruktur dengan baik sering kali berhasil untuk anak-anak dengan autisme. Beberapa program yang paling efektif melibatkan tim ahli dan berbagai aktivitas untuk mengembangkan keterampilan sosial, perilaku, dan komunikasi. Anak-anak prasekolah yang menerima intervensi perilaku intensif yang disesuaikan sering mengalami kemajuan yang signifikan.

  • Terapi keluarga

Orang tua dan anggota keluarga lainnya dapat belajar bermain dan berinteraksi dengan anak dengan cara yang meningkatkan keterampilan interaksi sosial dan mengendalikan perilaku masalah. Terapi keluarga juga memberikan edukasi tentang keterampilan hidup sehari-hari dan komunikasi dengan anak.

  • Terapi tambahan

Terapi bicara, misalnya, dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi, sedangkan terapi okupasi memberikan pengajaran tentang aktivitas kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, terapi fisik yang meningkatkan mobilitas dan stabilitas juga bisa efektif. Semua terapi ini secara umum tergantung pada kebutuhan keseluruhan anak. Seorang psikolog dapat memberikan nasihat tentang cara mengatasi perilaku yang bermasalah.

  • Obat-obatan

Meskipun tidak ada obat yang dapat mengobati secara efektif gejala utama autisme, obat-obatan dapat membantu mengendalikan gejalanya. Misalnya, jika anak memiliki hiperaktivitas, dokter dapat merekomendasikan obat-obatan tertentu. Anak Anda mungkin diberikan obat antipsikotik untuk mengatasi masalah perilaku yang serius dan antidepresan untuk mengelola kecemasan.

Pastikan untuk memberi tahu semua dokter anak Anda tentang obat-obatan dan suplemen apa pun yang anak Anda gunakan. Hal ini karena beberapa suplemen dan obat dapat berinteraksi dan menyebabkan efek samping yang serius.

 

Komplikasi Autisme

Masalah komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi berikut pada anak-anak:

  • Masalah sekolah dan kesulitan belajar secara efektif.
  • Masalah dalam mencari pekerjaan.
  • Ketidakmampuan anak untuk hidup mandiri.
  • Isolasi sosial.
  • Stres dalam keluarga anak.
  • Korban atau sering menjadi korban intimidasi oleh orang lain.

 

Prognosis Autisme

Autisme tidak memiliki penyembuhan. Intervensi perilaku yang diberikan secara dini dan intensif umumnya merupakan pilihan pengobatan yang paling berhasil. Semakin cepat anak menerima program terapi, semakin tinggi kemungkinannya untuk memperoleh perbaikan.

Namun, perlu diingat bahwa autisme adalah kondisi yang relatif kompleks. Selain itu, mungkin membutuhkan waktu bagi anak dengan autisme untuk menemukan program yang tepat untuk mereka.

 

Kesimpulan

Autisme adalah gangguan neuro perkembangan yang kompleks yang mempengaruhi cara anak bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Autisme memiliki berbagai efek pada anak-anak. Sementara beberapa pasien dengan autisme mandiri, yang lain membutuhkan perawatan dan bantuan penuh waktu.

Terapi bicara dan terapi okupasi adalah dua jenis pengobatan yang umumnya direkomendasikan oleh dokter anak. Ada juga berbagai jenis dukungan lainnya yang tersedia.